Menjaga Keluarga Dari Prilaku Menyimpang
Muhith,
M.Ag Ketua Pergunu Batam, Dosen STIQ Kepri.
Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.QS.at-Tahrîm/66:6.
Dalam
ayat tersebut Allah memerintahkan untuk menjaga diri dan keluarga dari siksaan
api neraka. Dalam sebuah keluarga yang terkecil terdiri dari Bapak, anak dan
istri. Disini ada tanggung jawab bagi suami untuk menjaga anak dan istri dari
siksaan api neraka. Siksaan api neraka
yang datang kepada sebuah keluarga tentu melalui proses yang dilakukan sebuah
keluraga sedikit demi sedikit lama-lama akhirnya menjadi kebiasaan, menjadi
sebuah prilaku yang melekat dalam sebuah keluarga.
Godaan
dan ujian yang terjadi pada diri kita pasti berbeda dengan yang terjadi pada
anak kita. Dahulu tontonan yang kita lihat saat masih kanak-kanak hanya TVRI
dan itu seleksinya sebelum tayang sangat ketat, sehingga orang tua tidak merasa
khawatir mengenai tontonan yang tidak layak muncul di layar TVRI, hampir semua
acara televisi mulai dari pagi samapai tengah malam tidak akan membahayakan
bagi anak-anak dan keluarga, karena dari segi kualitas tontotan semua sudah
disensor dengan ketat oleh pemerintah.
Reformasi
memaksakan pemerintah membuat kebijakan kebebasan membuka langit (open sky
police) baik yang berkaitan dengan
pertelevisian maupun yang berkaitan dengan internet. namun disisi lain dari
segi kedewasaan mental, masyarakat Indonesia belum siap untuk menerima
kebebasan tontonan yang tayang di layar kaca tanpa disensor, dan membuka
internet yang tanpa dibatasi, lagi lagi alasannya adalah masyarakat Indonesia
tanpa ada proses tahapan edukasi yang matang dan lansung menerima seluruh mata
acara yang ditayangkan oleh Negara Maju yang secara mental mereka sudah dewasa
dibandingkan dengan masyarakat Indonesia.
Standar
strategi budaya masyarakat America dengan strategi budaya Indonesia tentu
berbeda, ketika ditanya tentang standar budaya pertelevisian Indonesia, orang
Indonesia sendiri gak tahu, karena memang belum punya. Amerika punya Hollywood,
India punya Bollywood, Korea punya Hayyuwood dan lain-lain. Masing-masing negara
strategi budayanya akan dituangkan dalam
acara televisi amupun film. Akhirnya masyarakat Indoensia menonton televisi
standar Hollywood. Film film tersebut masuk ke Indonesia tanpa melalui sensor
yang ketat, siang malam masyarakat Indonesia dibebaskan memilih tontonan yang
tidak sesuai dengan standar dengan budaya Indonesia, Padahal America mau pamer
mobil baru, senjata baru, menemukan ilmu yang baru strategi budayanya dibuatkan
film lalu masyarakat menontonnya. Untungnya di Indoensia ada KPI yang bertugas
mengawasi tanyangan-tanyangan yang layak atau tidak layak tayang, namun karena
kewenangannya yang terbatas sehingga sampai kapanpun jika kewenangan KPI
dikebiri, strategi budaya Indoensia yang ingin mempunyai ciri khas standar yang
baku tidak pernah akan pernah terwujud, karena banyaknya kepentingan yang ada
didalamnya.
Didunia
internet, Mentri Kominfo berusaha mencoba melawan jutaan situs porno yang
dibuat orang seluruh dunia. Pertanyaanya sanggup tidak satu kementrian melawan
serangan pornografi dari seluruh penjuru dunia, jawabannya tidak akan sangup. Sudah
berapa ribu situs porno yang ditutup pemerintah melalui Kementirian Kominfo,
namun berapa banyak yang muncul baru yang masih tidak tertangani oleh
pemerintah. Maka yang terjadi situs porno akan tetap bergentayangan dilangit
Indonesia. Sebenarnya ada contoh beberapa negara yang tidak serta merta
menerima apa yang buat oleh penyedia jasa internet. Misalnya mencari google di
Negara China, atau di Turky atau di Iran, tidak akan ditemukan, walapun
ditemukan tentu dengan seleksi yang ketat dan biaya yang cukup mahal sehigga
bisa menghambat masyarakatnya untuk tidak leluasa menonton pornografi.
Ada
tidak pengaruh dari tontonan televisi dan kebebasan akses internet terhadap
prilaku menyimpang masyarakat Indonesia.
Jawabannya jelas ada, dan itu dan bahkan sangat berpengaruh. Dedy Mizwar
berpendapat : Tontonan itu sihir yang sanngat sihir yang sakti, bagaimana tidak,
“Orang menonton Naga Bonar walaupun
sudah 20 tahun orang masih mengingatnya, disatu sisi orang sulit menangis saat
membaca al-Qur’an, namun disisi yang lain orang mudah menangis saat melihat
tontonan Elif, sehingga tanyangan tontonan itu bisa menyihir dimana membuat
sekejab orang menangis dan sebentar tertawa”. Tontonan itu masuk ke tempat paling
privasi tanpa permisi, dan memberikan kesan yang mendalam merecoki akal pikiran
kita.
Saat
ini dua megabintang sepakbola dunia C Ronaldo dan Lionel Messi, masing-masing
punya anak dari pacarnya. Selintas berita itu biasaya saja namun pengaruhnya
secara psikis bagi masyarakat penggemarnya sangat dalam, bisa terbesit pesan
kepada penggemarnya terutama yang masih muda, punya anak tidak harus menikah,
mempunyai anak tidak harus dengan istri yang sah dan seterusnya. Disadari atau
tidak tanyangan tersebut merasuk ke dalam alam bawah sadar yang akhirnya menjustis perbuatan yang semula
tabu dilarang menjadi sesuatu yang wajar dan biasa tidak ada masalah, bukankah
ada iklan pergaulan bebas yang bungkus dengan bola disana ?
Bebasnya
akses internet dan tanyangan-tayangan televisi yang tidak berkualitas itulah
yang menjadi tantangan keluarga kita saat ini. Untuk mencari solusi dari
permasalahan yang terjadi pada keluarga kita QS. Maryam : 59 meberikan
solusinya yang artinya : Maka datanglah sesudah mereka,
pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa
nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Dalam ayat ini Allah mengaitkan antara yang
menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, huruf athaf yang
digunakan dalam ayat tersebut menggunakan al-wawu berarti bersamaan. Jadi bisa
dipahami yang menyia-nyiakan shalat lebih mudah memperturutkan nafsu syahwatnya
Nafsu
syahwat itu merupakan puncak segala nafsu, karena seseorang yang tidak bisa mengendalikan
nafsunya belum berhenti sebelum menuruti nafsu syahwatnya, sehingga dampak menurtinya
juga tentu lebih bahaya dari pada nafsu yang lainnya. Orang yang suka makan
kacang-kacangan, jika sudah kebanyakan kacangan yang dikonsumsi, akibatnya
sakit asam urat, orang yang banyak makan gula jika kebanyakan yang dikonsumsi
akibatnya sakit diabetes, atau kencing manis, banyak makan daging jika terlalu
banyak yang dikonsumsi akibatnya sakit sembelit dan lain-lain. Namun jika
menuruti nafsu syahwat dengan jajan diluar, walaupun hanya sekali jika apes
sudah bisa terserang penyakit HIV, penyakit yang mematikan, dan dikucilkan dari
masyarakat, apalagi memperturutkan nafsu syahwat dengan menuruti prilaku yang
menyimpang seperti Lesbian, Guy, Bisex dan Trassgender (LGBT). Beranikah
mengatakan tidak ada dampaknya.
Dengan
demikian mengamalkan atas solusi yang kongkrit dari al-Qur’an agar anak atau keluarga tidak memperturutkan
nafsu syahwatnya, terutama terhindar dari perilaku yang menyimpang, modal
dasarnya adalah tidak tidak
menyia-nyiakan shlalat. Selain itu tentu harus anak-anak dipantau, diawasi dan
jika mempunyai televisi yang jasanya melalui TV Kabel harus mempunyai kunci
parentalog (kunci control). Agar tayangan di masuk kerumah tidak berbau
pornogragfi, kekerasan, memabukkan dan kebanci-bancian. Sebab jika tontonan
sudah masuk ke alam bawah sadar anak, memperbaikinya butuh waktu yang lama dan ancaman
Allah sudah jelas, kelak mereka yang menurti nafsu syahwatnya akan menemui
kebinasaan.


0 Response to "Menjaga Keluarga Dari Prilaku Menyimpang"
Posting Komentar