Penyelewengan Yahudi Dalam Kitab Talmud Bagian 1
Oleh : Muhith, M.Ag
Bagian 1 (Satu)
Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil
melalui lisan Nabi Daud dan Nabi Isa disebabkan karena durhaka dan selalu
melampauibatas. Penjelasan ini
kalau kata ‘ala diartikan melalui atau melewati, namun jika ‘ala diartikan
disebabkan maka arti QS al-Maidah tersebut jadi berbeda yakni : Telah dilaknat
orang-orang kafir dari Bani Israil disebabkan oleh lisan Nabi Daud dan Nabi Isa karena durhaka dan selalu melampaui batas.
Penulis cenderung memaknai ‘ala dengan makna melalui sehingga Nabi Daud
dan Nabi Isa juga ikut melaknat Bani Israil yang melampui batas, namun jika dilihat
lebih detil dimaknai melalui dengan oleh esessinya sama mendapatkan laknat Nabi
Daud dan Nabi Isa.
Talmud berarti ajaran
atau pengetahuan, derivasi dari kata laumid dalam bahasa
Ibrani yang artinya pelajaran, ada yang mengatakan pengajaran dengan perantara
kitab suci, dan setelah pertengahan abad kedua maeshi ditetapkan Talmud sebagai
kitab yang berisi hukum-hukum syariat kaum Yahudi. Pada prinsipnya kitab Talmud
terbagi dalam dua bagian: Pertama, Mishnah sebagai
naskah asli (Matan) adalah kepingan-kepongan udang-undang yang dibuat
oleh bangsa Yahudi untuk kepentingan mereka sendiri, guna melengkapi kitab
Taurat (Perjanjian Lama). Kitab Mishnah ini disusun sekitar tahun 190-200 SM
oleh seorang bernama Judah Hanasi, kira-kira 1 abad setelah Titus dari Romawi
menghancurkan Haikal (Kuil Yahudi). Kedua, Gemara yang
tersusun atas Gemara Jerussalem (Palestina) yang berisi
rekaman diskusi para tokoh agama (Hakhom) yang ada di Palestina, khususnya para
tokoh agama jebolan Thabariyah, saat mereka menafsirkan nash-nash kitab
Mishnah. Gemara Jerussalem ini selesai dikodifikasikan pada sekitar abad ke IV
Masehi. Sementara Gemara Babilon adalah hasil rekaman
penafsiran MIshnah oleh para tokoh agama Yahudi di Babikonia, penyusunannya
selesai sekitar tahun 500 Masehi.[2]
Adolf Hitler pada hal ia adalah
keturunan Yahudi dan Afrika Utara, Ia berkata :“Saya bisa membunuh semua
bangsa yahudi ketika saya berkuasa, tapi saya tinggalkan sedikit untuk kamu
kenali siapakah sebenarnya bangsa Yahudi dan mengapa saya membunuh mereka”. Kondisi psikologi umat
Yahudi yang sedang bersembunyi dari kejaran pasukan Hitler merumuskan kembali
sebuah kitab yang dianggap kitab suci. Tentu hasilnya kitab tersebut sangat
emosional dan subyektif sehingga rentan sekali untuk melakukan penyelewengan,
diantara penyelewengan-penyelewengannya antara lain : Bani Israel lebih tinggi
derajatnya daripada malaikat, jika seorang non Yahudi memukul orang
Yahudi, maka seolah-olah orang itu telah memukul Tuhan, kaum Yahudi adalah
bagian dari Allah, bila seorang non Yahudi memukul orang Yahudi, maka orang itu
harus mati. Talmud, hal 213.
[1] Muhamad Faisal. Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi, www.islampos.com,
Januari 2014, di ambil tanggal 16 Desember 2014.
[2]
Talmud wa Suhyuniyyah, oleh As’ad Zaruq, Kairo, Maktab
al-Bahts, 1970, hal.87


0 Response to "Penyelewengan Yahudi Dalam Kitab Talmud Bagian 1 "
Posting Komentar