Penyelewengan Yahudi Dalam Kitab Talmud Bagian 1


Oleh : Muhith, M.Ag 
Bagian 1 (Satu)

Yang melaknat orang Yahudi itu bukan hanya Allah, akan tetapi Nabi Daud, Nabi Isa juga melaknatnya. Dalam penjelasan QS. Al-Maidah/78; Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Nabi  Daud dan  Nabi Isa disebabkan karena durhaka dan selalu melampauibatas. Penjelasan ini kalau kata ‘ala diartikan melalui atau melewati, namun jika ‘ala diartikan disebabkan maka arti QS al-Maidah tersebut jadi berbeda yakni : Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil disebabkan oleh  lisan Nabi Daud dan Nabi Isa karena  durhaka dan selalu melampaui batas. Penulis cenderung memaknai ‘ala dengan makna melalui sehingga Nabi Daud dan Nabi Isa juga ikut melaknat Bani Israil yang melampui batas, namun jika dilihat lebih detil dimaknai melalui dengan oleh esessinya sama mendapatkan laknat Nabi Daud dan Nabi Isa.
Yahudi adalah sebuah nama yang bisa digunakan untuk agama dan bisa pula untuk bangsa. Yahudi, istilah "Agama Yahudi" dan "Bangsa Yahudi" sama-sama benar keduanya. Ini salah satu keunikan Yahudi, di samping keunikan lainnya darinya adalah bahwa orang-orang Yahudi menyebut Tuhan mereka dengan "Tuhan Israel" yang bernama Yahweh, dan itu tidak ada yang mempermasalahkan. Namun jika agama dan Negara digunakan oleh orang islam untuk membentuk sebuah Negara, maka mereka secara langsung atau tidak langsung akan menolak dan memprotes dengan berbagai alasan dan argument.
Encyclopedia Britannica menyatakan bahwa meskipun semua ajaran Yahudi berasal dari Taurat Ibrani, namun suatu kekeliruan jika agama Yahudi sebagai agama yang berdasarkan Kitab Perjanjian Lama (Old Testament), sebab Yahudi kontemporer sebenarnya berasal dari ajaran dan gerakan para Rabbi pada abad pertama masehi, yakni pada era Palestina dan Babilonia  yang menyatakan bahwa di samping Nabi Musa menerima Taurat di bukit Tursina sebagai undang-undang tulisan, ia juga menerima Talmud di sana sebagai undang-undang lisan. Talmud disebut juga dengan Mishnah yang berarti "sesuatu yang harus dipelajari atau diingat." Talmud versi Babilonia dikembangkan pada abad ke-6, sedangkan Talmud yang paling otoritatif dalam kalangan Yahudi adalah Shulhan Arukh (Set Table) karya Joseph ben Ephraim Caro pada abad ke-16 M. Talmud inilah pangkal bala kesengsaraan Bangsa Yahudi dan bangsa lain.[1]
Talmud berarti ajaran atau pengetahuan, derivasi dari kata laumid dalam bahasa Ibrani yang artinya pelajaran, ada yang mengatakan pengajaran dengan perantara kitab suci, dan setelah pertengahan abad kedua maeshi ditetapkan Talmud sebagai kitab yang berisi hukum-hukum syariat kaum Yahudi. Pada prinsipnya kitab Talmud terbagi dalam dua bagian: Pertama, Mishnah sebagai naskah asli (Matan) adalah kepingan-kepongan udang-undang yang dibuat oleh bangsa Yahudi untuk kepentingan mereka sendiri, guna melengkapi kitab Taurat (Perjanjian Lama). Kitab Mishnah ini disusun sekitar tahun 190-200 SM oleh seorang bernama Judah Hanasi, kira-kira 1 abad setelah Titus dari Romawi menghancurkan Haikal (Kuil Yahudi). Kedua, Gemara yang tersusun atas Gemara Jerussalem (Palestina) yang berisi rekaman diskusi para tokoh agama (Hakhom) yang ada di Palestina, khususnya para tokoh agama jebolan Thabariyah, saat mereka menafsirkan nash-nash kitab Mishnah. Gemara Jerussalem ini selesai dikodifikasikan pada sekitar abad ke IV Masehi. Sementara Gemara Babilon adalah hasil rekaman penafsiran MIshnah oleh para tokoh agama Yahudi di Babikonia, penyusunannya selesai sekitar tahun 500 Masehi.[2]
Kitab Talmud yang dipakai saat ini juga merupakan kumpulan-kumpulan penghafal Talmud yang tersisa saat orang-orang Yahudi dibumi habisi oleh Adolf Hitler pada hal ia adalah  keturunan Yahudi dan Afrika Utara, Ia berkata :“Saya bisa membunuh semua bangsa yahudi ketika saya berkuasa, tapi saya tinggalkan sedikit untuk kamu kenali siapakah sebenarnya bangsa Yahudi dan mengapa saya membunuh mereka”. Kondisi psikologi umat Yahudi yang sedang bersembunyi dari kejaran pasukan Hitler merumuskan kembali sebuah kitab yang dianggap kitab suci. Tentu hasilnya kitab tersebut sangat emosional dan subyektif sehingga rentan sekali untuk melakukan penyelewengan, diantara penyelewengan-penyelewengannya antara lain : Didunia hanya ada Yahudi dan selain Yahudi, Orang Yahudi adalah kelompok yang terpilih, diutamakan Allah, selain orang Yahudi adalah pelayannya”. Karena semua manusia adalah pelayannya hukum yang berlaku antara pelayan dan majikan akan berbeda, perbedaan tersebut yaitu :” Bani Israel lebih tinggi derajatnya daripada malaikat, jika seorang non Yahudi memukul orang Yahudi, maka seolah-olah orang itu telah memukul Tuhan, kaum Yahudi adalah bagian dari Allah, bila seorang non Yahudi memukul orang Yahudi, maka orang itu harus mati. Talmud, hal 213. Tetapi hukum ini berlaku untuk orang selain Yahudi, bagi sesama Yahudi hukumnya setimpal dengan apa yang diperbuatnya misalnya menampar dibalas dengan menampar.
Selanjutnya “Seandainya tidak ada orang Yahudi maka keberkahan dimuka bumi akan hilang, matahari akan tertutup, hujan tidak akan turun. Karena kutamaan orang Yahudi dengan selain Yahudi adalah diibaratkan antara manusia dengan binatang B2, rumah-rumahnya najis sebagaimana najis rumah tersebut seperti kandang ternak”. Jika manusia yang lain diibaratkan binatang yang paling menjijikkan tentu seorang yang dimulyakan bisa berbuat semena-mena terhadap orang yang hina. Apalagi ditambah dengan simpati terhadap orang yang selain Yahudi hukumnya haram. Maka semakin lengkaplah kekejaman dan perbuatan semena-mena yang dilakukan oleh orang yang merasa dimulyakan tersebut.


[1] Muhamad Faisal. Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi, www.islampos.com, Januari 2014, di ambil tanggal 16 Desember 2014.
[2] Talmud wa Suhyuniyyah, oleh As’ad Zaruq, Kairo, Maktab al-Bahts, 1970, hal.87

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyelewengan Yahudi Dalam Kitab Talmud Bagian 1 "

Posting Komentar