Muballigh Mesti Mampu Membaca Perkembangan Zaman




Persatuan Muballigh Batam (PMB) dan Ikatan Persaudaran Imam Masjid (IPIM) berkerja sama dengan Pemerintah Kota Batam mengadakan Pelatihan Muballigh. Tiga Narasumber dalam pelatihan tersebut yakni Ucok Febrijianto, Kasi P2M BNN Kota Batam, H. Zulkarnain Umar, S.Ag, MH Ketua PMB Kota Batam periode 2015-2017, dan Ustad Abdul Somad dari Pekanbaru. Kegiatan tersebut dilaksanakan hari Rabu/23/8/2017 di lantai 4 Aulau Kantor Walikota Batam, "Ini merupakan kegiatan rutin yang murni anggarana pemerintah Tahun 2017,  sebagaimana seperti tahun-tahun sebelumnya”. kata Ketua Panitia Samudin yang sekaligus Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam dalam memberikan sambutanya.

Amsakar selaku Wakil Walikota dalam sambutanya meminta kepada para muballigh dan imam masjid agar turut berpartisipasi dalam menjaga Kota Batam terhadap penyalahgunaan narkoba. Batam sebagai kota transit dalam lintasan internasional menjadi tempat yang sangat strategis untuk lalulintas narkoba, sehingga secara tidak langsung Batam menjadi daerah yang rawan dan rentan terhadap persoalan narkoba. “Untuk itu kita minta partisipasi muballigh dan Imam masjid menyampaikan kepada masyarakat terhadap bahaya narkoba”, paparnya.

Beberapa issu krusial yang perlu kerjasama antara Muballigh dan pemerintah selain narkoba yaitu cepatnya arus teknologi informasi yang mudah diakses masyarakat Batam. Jika informasi yang diakses melalui internet dan sampai ke masyarakat adalah informasi benar, tentu menjadi nilai positif tersendiri dalam membangun Kota Batam, namun jika informasi itu informasi yang negative yang didapat dari chatting pribadi, kemudian menjurus kepada pemerkosaan dan pembunuhan, tentu ini menjadi issu yang serius yang perlu perhatian bersama.  “Masyarakat Batam saat ini telah mencapai  1,2 juta penduduk, 70-80 persen penduduk Kota Batam adalah beragama islam maka muballigh dan imam masjid memiliki peran yang strategis dalam memberikan informasi yang benar dalam memanfaatkan tenologi informasi” tambahnya. 


Menambah ilmu dan wawasan agar tidak terjebak dengan kemampuan yang sudah dimiliki, dan terus belajar mengikuti perkembangan zaman merupakan keperluan yang mendesak bagi tokoh masyarakat, untuk itu pelatihan muballigh menjadi sangat penting karena selain menambah wawasan keilmuan muballigh, pelatihan juga menjadikan semakin dewasa dalam bersikap dan mahir dalam membaca perkembangan zaman, sehingga dakwah yang disampaikan sesuai dengan kemampuan dan keinginan masyarakat. “Inilah yang disebut dengan muballigh peka terhadap perkembangan zaman” tambahnya.

Terakhir Wakil Walikota meminta kepada Narazumber yang ketiga Ustaz Abdul Somad yang merupakan lulusan universitas di Mesir dan Maroko, dengan berbagai pengalaman dan pengetahuannya di bidang agama dan dakwah digital bisa mentransfer mindset sehingga PMB menjadi muballigh yang mumpuni dibidang dakwah konvesional dan dakwah digital.

Ketua PMB, Zulkarnain Umar, S. Ag, MH mengatakan para muballigh dalam berdakwah harus berpijak pada kondisi masyarakat yang ada saat ini. Dakwah yang disampaikan muablligh kepada masyarakat bisa melalui jalur formal seperti khutbah jumat yang telah ditetapkan jadwalnya oleh PMB, bisa juga melalui jalur kondisional, dan juga bisa juga dengan jalur politik. “ Setelah pelatihan ini selesai, Sabtu yang akan datang PMB akan melaksanakan musyawarah besar (mubes). Tujuannya untuk memilih ketua baru”. ujarnya. (mhth)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muballigh Mesti Mampu Membaca Perkembangan Zaman"

Posting Komentar