Tafakur Tingkatkan Syukur
Tafakur berasal dari kata
(tafakkara) yang artinya merenungkan atau memikirkan. Makna lain tafakur adalah
tadabbur artinya memahami dan merenungkan makna untuk kemudian menjadikannya
sebagai pelajaran. Tadabbur berasal dari kata (dabara ) yang berarti menghadap,
kebalikan, membelakangi, secara etimologi tadabbur adalah sama dengan
tafakkur (memikirkan) yakni memikirkan akibat dari sesuatu atau
dari akhir sesuatu. Secara epistimologi tadabbur adalah menelaah yang
menyeluruh yang bisa mengantarkan kepada pemahaman optimal dari maksud suatu
kejadian baik yang berkaitan dengan al-Qur’an maupun berkaitan dengan alam
semesta.
Dalam QS.Ali Imran/3:190-191
artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." Ayat ini
menurut Al-Qurtubi dalam tafsirnya menjelaskan : Allah memerintahkan kepada
kita untuk melihat, merenungkan dan mengambil kesimpulan tanda-tanda kebesaran
Allah sehingga salah satu fungsi akal yang diberikan kepada kita dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya yakni menambah keyakinan keimanan kepada-Nya. Salah satu
penjelasan dalam Tafsir Ibnu Kasir mengenai ayat ini adalah : beruntunglah bagi
orang yang ucapannya adalah zikir, diamnya berfikir, dan pandangannya sebagai
pelajaran. Tidaklah seseorang yang lama menggunakan pikirannya melainkan ia
akan mengerti, tidaklah seseorang yang mengerti melainkan mengetahui dan
tidaklah seseorang yang mengetahui melainkan ia beramal dengan benar.
Ilmuan Italia pada abad ke 18 Lazzaro Spallanzani (1729-1799) mengadakan serangkaian percobaan terhadap kelelawar. Dia memulai percobaanya dengan menggantungkan ratusan bel yang diikat dibenang, kemudian bell-bell yang diikat tersebut digantungkan dari atap rumah tempat kelelawar bersembunyi. Setelah kelelawar berkumpul tali-tali yang ada bell tersebut ditarik sehingga menghasilkan suara. Seketika itu ratusan kelelawar berhamburan keluar dari sarang, namun uniknya tidak satupun kelelawar yang keluar menabrak bell yang digantungkan oleh Spallanzani. Mengapa itu terjadi? Saat itu teori ekolokasi atau biosonar yang dimiliki binatang belum ditemukan, sehingga Spallanzani menyimpulkan bahwa kelelawar melakukan navigasi bukan dengan penglihatan melainkan dengan pendengaran.
Setelah dua dekade, ditemukan teori ekolukasi binatang ditemukan pada ikan paus oleh Schevill dan Mc Bride. Dalam perkembangannya terbentuklah teori ekolokasi yang dikaitkan dengan radar modern yang diletakkan di pesawat tempur, kapal selam dan radar-radar lainya yang dikembangkan di dunia kemiliteran. Jadi, dunia radar yang super canggih bermula dari penelitian tentang kelelawar yang ada banyak dijumpai disekeliling kita.
Allah SWT mengajak untuk berpikir bagaiman binatang unta diciptakan-Nya. Dalam QS. Al-Ghasiyah/88:17 artinya “Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan”. Sebutan unta yang sangat populer dalam bahasa arab modern ada 71 sebutan, namun ada yang mengklaim sebutannya mencapai 500 lebih, dari sebutannya saja sudah memiliki keunikan tersendiri. Unta adalah hewan yang kuat, tahan lapar dan haus karena penciptaanya secara biologis sangat efesien dengan penggunaan air dan metabolism tubuh yang lebih baik dari binatang lainnya sehingga mampu berjalan 80 s/d 400 km di padang pasir dengan tanpa makan dan minum dengan beban berat selama 5 hari jarak antara mekkah dan Madinah. Punggungnya menonjol tetapi tonjolan itu merupakan keuntungan tersendiri karena 1/5 lemak unta tersimpan didalam punggung tersebut dan setiap saat lemak tersebut dapat diolah menjadi senyawa yang dibutuhkan. Tapi kalau ia istirahat minum, unta mampu meminum 200 liter atau sekitar 1 drum. Wataknya penyabar dan tenang meskipun hidup di lahan yang tandus, tunduk tidak berbahaya bagi manusia. Bulu matanya tersusun dua lapis sehingga mampu melindungi badai pasir yang ganas. Kulitnya yang tebal mampu menahan dari cuaca yang panas dan dingin, serta bentuk telapak kakinya yang tebal dan melebar menjadikan kokoh dan sanggup melangkah digurun pasir yang panas.
Sandi bahasa yang khusus dimiliki semut adalah merupakan pemberian Allah SWT sebagaimana dalam QS. al-Naml/27:18, dimana Ratu semut memerintahkan prajuritnya untuk masuk ke sarangnya karena Nabi Sulaiman dan pasukannya akan melewati dan menginjaknya tetapi tidak menyadarinya. Penelitian yang paling sederhana dan dapat dipraktekkan siapa saja adalah meletakkan lalat mati yang diberi lem diletakkan di depan semut yang keluar dari jalan lalu lalang teman-temannya. Saat semut yang sendirian tadi menemukan lalat yang sudah mati maka ia berusaha menariknya sendiri sekuat tenaga selama kurang lebih menit, setelah tidak berhasil dia pergi mencari kawannya selama kurang lebih 20 menit dengan membawa 20 teman. Kedua puluh semut tersebut seluruhnya berusaha memotong-motong lalat tersebut sebanyak 20 bagian dan masing-masing satu semut membawa pulang satu potongan ke sarangnya. Kabar ini tentu sangat menakjubkan bagi masyarakat awam yang tidak mengerti riset ilmiah. Dalam riset ilmiah yang dikembangkan oleh Okinawa Institut Sains di Jepang diketahui koloni semut terdiri dari ratu dan pekerja, mereka sama-sama bekerja tetapi peran yang berbeda-beda dalam koloni. Selain itu semut itu memiliki spesies yang berbeda-beda dan terus menerus berkembang. Begitu juga riset dikembangkan Prof. Jeremy Thomas dari Oxford University mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi telah membantu para peneliti dalam melakukan riset di bidang sains, salah satunya adalah merekam komunikasi semut menggunakan mikrofon mini secara subjektif. Kesimpulan dari riset ilmiah ini adalah setiap koloni memiliki bahasa yang berbeda.
Lebah hanya seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm, tentu binatang ini tidak memiliki pengetahuan apa-apa kalau tidak diberi ilham oleh Allah SWT sebagai yang terdapat dalam QS. Al-Nahl/16:69: artinya “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon pohon kayu dan di tempat yang dibikin manusia”. Pengamatan yang sederhana mengenai lebah adalah dengan memperhatikan ladang yang lagi musim berbunga, saat ada satu lebah yang menemukan ladang berbunga tersebut maka besuk ia kembali dengan membawa teman-temanya, bagaimana caranya ia mengarahkan teman-temanya? tenyata ia mengisyaratkan gerakan-gerakan seperti penari dansa sehingga teman-temannya dapat menerima gerakan tersebut sehingga tidak salah belok, salah arah dalam menuju kebun tersebut. Labih lanjut tentang lebah saat membangun rumah, maka masih masing lebah memulai dari empat titik yang berbeda dan bertemu ditengah dengan tingkat kesalahan yang sangat tidak mungkin. Satu sarang lebah yang dibangun dapat menampung 80 ribu lebah yang hidup bersama, uniknya lagi dapat memberikan ventilasi udara yang standar yakni 35C selama 10 bulan, jika tidak maka madu yang ada didalamya akan rusak. Ilmuan Matematika menyimpulkan bentuk sarang lebah segi enam adalah efesiensi dari segi materi (lilin) yang dibutuhkan dan dapat menampung madu lebih banyak, karena tidak ada ruang yang tersisa antara satu ruang dengan ruang lainnya, ini adalah sebuah kombinasi bentuk yang paling optimal dalam sebuah bangunan modern.
Mungkin tidak terbayangkan sebelumnya jika angsa yang terbang pada sore hari membentuk sebuah formasi. Tahu formasinya seperti apa? Tentu ini memerlukan pemikiran dan analisa yang panjang, akan tetapi karena ini adalah ilham dari Allah SWT maka semua itu menjadi tidak sulit sebagaimana penjelasan QS. Al-An’am/6:38 dimana dijelaskan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya adalah seperti umat yang lain. Angsa-angsa yang terbang sore hari itu membentuk sebuah formasi layaknya pasukan terjun payung, namun formasinya berbentuk huruf V. Hasil riset ilmuan mengenai formasi ini adalah kepakan sayap burung yang didepan memberi daya dukung terhadap angsa belakangnya, agar tidak susah payah menembus kelembapan udara, sehingga dapat terbang lebih jauh 70% dibandingkan jika terbang sendiri-sendiri. Jika ada seekor angsa terbang jatuh dan keluar dari formasi tersebut maka ia akan merasa berat dan merasa kesulitan sehingga ia cepat-cepat kembali ke dalam formasi semula untuk mengambil keuntungan daya dukung dari angsa yang didepannya. Selain itu lagi jika diantara mereka ada yang tiba-tiba sakit dan jatuh, maka ada dua angsa yang ikut turun keluar dari formasi membantu dan melindungi, berusaha mendorong agar terbang lagi dengan membentuk formasi yang lebih sederhana, formasi yang pertama berjalan agak lambat sampai menunggu formasi yang kedua mengejarnya, setelah dipastikan dapat diajak bersama karena sudah normal atau sudah jelas anggota yang jatuh tidak bisa ditolong lagi, baru membentuk formasi seperti sedia kala.
Pohon kurma yang bermula biji tunggal ukuran panjangnya sekitar 2-2,5 cm dan tebalnya hanya mencapai 6-8 cm ketika tumbuh di dalam tanah dari pohon yang mungil hanya berukuran 1-2 cm lama-lama tumbuh menjadi pohon yang besar berukuran panjang minimal 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon yang besar? Bagaimanakah ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu, dan terakhir bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon?
Semua ini adalah atas kehendak Allah, sebab pohon muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan, tetapi merupakan makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat yang tersusun rapi dan sempurna. Selain pelukis mungkin akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar pohon kurma, sebaliknya sebutir biji yang sederhana mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah. Apakah biji kurma lebih cerdas dari manusia, tentu tidak. kecerdasan biji-bijian yang mengagumkan di muka bumi semua dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas.
Radar yang dimiliki kelelawar, kekuatan unta, bahasa semut, keunikan lebah, kedahsyatan fomasi angsa yang terbang berkelompok dan keajaiban biji kurma merupakan sebagian kecil ayat-ayat Allah, tentu masih banyak tanda-tanda lainya yang dapat dijadikan sebagai sarana bersyukur atas nikmat-nikmat Allah. Tafakur dalam memahami ayat-ayat Allah, baik qauliyah maupun kauniyah sangat dianjurkan, karena sehebat ilmu manusia masih seperti setetes air di lautan jika dibandingkan ilmu-Nya, dan orang baru dianggap sempurna bersyukur jika pandai melakukan tafakur dan tadabur terhadap ayat-ayat tekstual dan ayat-ayat kontekstual secara terpadu dan seimbang. Semoga***(Muhith, M.Ag Dosen STIQ Kepri, Ketua Pergunu Batam)
Ilmuan Italia pada abad ke 18 Lazzaro Spallanzani (1729-1799) mengadakan serangkaian percobaan terhadap kelelawar. Dia memulai percobaanya dengan menggantungkan ratusan bel yang diikat dibenang, kemudian bell-bell yang diikat tersebut digantungkan dari atap rumah tempat kelelawar bersembunyi. Setelah kelelawar berkumpul tali-tali yang ada bell tersebut ditarik sehingga menghasilkan suara. Seketika itu ratusan kelelawar berhamburan keluar dari sarang, namun uniknya tidak satupun kelelawar yang keluar menabrak bell yang digantungkan oleh Spallanzani. Mengapa itu terjadi? Saat itu teori ekolokasi atau biosonar yang dimiliki binatang belum ditemukan, sehingga Spallanzani menyimpulkan bahwa kelelawar melakukan navigasi bukan dengan penglihatan melainkan dengan pendengaran.
Setelah dua dekade, ditemukan teori ekolukasi binatang ditemukan pada ikan paus oleh Schevill dan Mc Bride. Dalam perkembangannya terbentuklah teori ekolokasi yang dikaitkan dengan radar modern yang diletakkan di pesawat tempur, kapal selam dan radar-radar lainya yang dikembangkan di dunia kemiliteran. Jadi, dunia radar yang super canggih bermula dari penelitian tentang kelelawar yang ada banyak dijumpai disekeliling kita.
Allah SWT mengajak untuk berpikir bagaiman binatang unta diciptakan-Nya. Dalam QS. Al-Ghasiyah/88:17 artinya “Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan”. Sebutan unta yang sangat populer dalam bahasa arab modern ada 71 sebutan, namun ada yang mengklaim sebutannya mencapai 500 lebih, dari sebutannya saja sudah memiliki keunikan tersendiri. Unta adalah hewan yang kuat, tahan lapar dan haus karena penciptaanya secara biologis sangat efesien dengan penggunaan air dan metabolism tubuh yang lebih baik dari binatang lainnya sehingga mampu berjalan 80 s/d 400 km di padang pasir dengan tanpa makan dan minum dengan beban berat selama 5 hari jarak antara mekkah dan Madinah. Punggungnya menonjol tetapi tonjolan itu merupakan keuntungan tersendiri karena 1/5 lemak unta tersimpan didalam punggung tersebut dan setiap saat lemak tersebut dapat diolah menjadi senyawa yang dibutuhkan. Tapi kalau ia istirahat minum, unta mampu meminum 200 liter atau sekitar 1 drum. Wataknya penyabar dan tenang meskipun hidup di lahan yang tandus, tunduk tidak berbahaya bagi manusia. Bulu matanya tersusun dua lapis sehingga mampu melindungi badai pasir yang ganas. Kulitnya yang tebal mampu menahan dari cuaca yang panas dan dingin, serta bentuk telapak kakinya yang tebal dan melebar menjadikan kokoh dan sanggup melangkah digurun pasir yang panas.
Sandi bahasa yang khusus dimiliki semut adalah merupakan pemberian Allah SWT sebagaimana dalam QS. al-Naml/27:18, dimana Ratu semut memerintahkan prajuritnya untuk masuk ke sarangnya karena Nabi Sulaiman dan pasukannya akan melewati dan menginjaknya tetapi tidak menyadarinya. Penelitian yang paling sederhana dan dapat dipraktekkan siapa saja adalah meletakkan lalat mati yang diberi lem diletakkan di depan semut yang keluar dari jalan lalu lalang teman-temannya. Saat semut yang sendirian tadi menemukan lalat yang sudah mati maka ia berusaha menariknya sendiri sekuat tenaga selama kurang lebih menit, setelah tidak berhasil dia pergi mencari kawannya selama kurang lebih 20 menit dengan membawa 20 teman. Kedua puluh semut tersebut seluruhnya berusaha memotong-motong lalat tersebut sebanyak 20 bagian dan masing-masing satu semut membawa pulang satu potongan ke sarangnya. Kabar ini tentu sangat menakjubkan bagi masyarakat awam yang tidak mengerti riset ilmiah. Dalam riset ilmiah yang dikembangkan oleh Okinawa Institut Sains di Jepang diketahui koloni semut terdiri dari ratu dan pekerja, mereka sama-sama bekerja tetapi peran yang berbeda-beda dalam koloni. Selain itu semut itu memiliki spesies yang berbeda-beda dan terus menerus berkembang. Begitu juga riset dikembangkan Prof. Jeremy Thomas dari Oxford University mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi telah membantu para peneliti dalam melakukan riset di bidang sains, salah satunya adalah merekam komunikasi semut menggunakan mikrofon mini secara subjektif. Kesimpulan dari riset ilmiah ini adalah setiap koloni memiliki bahasa yang berbeda.
Lebah hanya seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm, tentu binatang ini tidak memiliki pengetahuan apa-apa kalau tidak diberi ilham oleh Allah SWT sebagai yang terdapat dalam QS. Al-Nahl/16:69: artinya “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon pohon kayu dan di tempat yang dibikin manusia”. Pengamatan yang sederhana mengenai lebah adalah dengan memperhatikan ladang yang lagi musim berbunga, saat ada satu lebah yang menemukan ladang berbunga tersebut maka besuk ia kembali dengan membawa teman-temanya, bagaimana caranya ia mengarahkan teman-temanya? tenyata ia mengisyaratkan gerakan-gerakan seperti penari dansa sehingga teman-temannya dapat menerima gerakan tersebut sehingga tidak salah belok, salah arah dalam menuju kebun tersebut. Labih lanjut tentang lebah saat membangun rumah, maka masih masing lebah memulai dari empat titik yang berbeda dan bertemu ditengah dengan tingkat kesalahan yang sangat tidak mungkin. Satu sarang lebah yang dibangun dapat menampung 80 ribu lebah yang hidup bersama, uniknya lagi dapat memberikan ventilasi udara yang standar yakni 35C selama 10 bulan, jika tidak maka madu yang ada didalamya akan rusak. Ilmuan Matematika menyimpulkan bentuk sarang lebah segi enam adalah efesiensi dari segi materi (lilin) yang dibutuhkan dan dapat menampung madu lebih banyak, karena tidak ada ruang yang tersisa antara satu ruang dengan ruang lainnya, ini adalah sebuah kombinasi bentuk yang paling optimal dalam sebuah bangunan modern.
Mungkin tidak terbayangkan sebelumnya jika angsa yang terbang pada sore hari membentuk sebuah formasi. Tahu formasinya seperti apa? Tentu ini memerlukan pemikiran dan analisa yang panjang, akan tetapi karena ini adalah ilham dari Allah SWT maka semua itu menjadi tidak sulit sebagaimana penjelasan QS. Al-An’am/6:38 dimana dijelaskan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya adalah seperti umat yang lain. Angsa-angsa yang terbang sore hari itu membentuk sebuah formasi layaknya pasukan terjun payung, namun formasinya berbentuk huruf V. Hasil riset ilmuan mengenai formasi ini adalah kepakan sayap burung yang didepan memberi daya dukung terhadap angsa belakangnya, agar tidak susah payah menembus kelembapan udara, sehingga dapat terbang lebih jauh 70% dibandingkan jika terbang sendiri-sendiri. Jika ada seekor angsa terbang jatuh dan keluar dari formasi tersebut maka ia akan merasa berat dan merasa kesulitan sehingga ia cepat-cepat kembali ke dalam formasi semula untuk mengambil keuntungan daya dukung dari angsa yang didepannya. Selain itu lagi jika diantara mereka ada yang tiba-tiba sakit dan jatuh, maka ada dua angsa yang ikut turun keluar dari formasi membantu dan melindungi, berusaha mendorong agar terbang lagi dengan membentuk formasi yang lebih sederhana, formasi yang pertama berjalan agak lambat sampai menunggu formasi yang kedua mengejarnya, setelah dipastikan dapat diajak bersama karena sudah normal atau sudah jelas anggota yang jatuh tidak bisa ditolong lagi, baru membentuk formasi seperti sedia kala.
Pohon kurma yang bermula biji tunggal ukuran panjangnya sekitar 2-2,5 cm dan tebalnya hanya mencapai 6-8 cm ketika tumbuh di dalam tanah dari pohon yang mungil hanya berukuran 1-2 cm lama-lama tumbuh menjadi pohon yang besar berukuran panjang minimal 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon yang besar? Bagaimanakah ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu, dan terakhir bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon?
Semua ini adalah atas kehendak Allah, sebab pohon muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan, tetapi merupakan makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat yang tersusun rapi dan sempurna. Selain pelukis mungkin akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar pohon kurma, sebaliknya sebutir biji yang sederhana mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah. Apakah biji kurma lebih cerdas dari manusia, tentu tidak. kecerdasan biji-bijian yang mengagumkan di muka bumi semua dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas.
Radar yang dimiliki kelelawar, kekuatan unta, bahasa semut, keunikan lebah, kedahsyatan fomasi angsa yang terbang berkelompok dan keajaiban biji kurma merupakan sebagian kecil ayat-ayat Allah, tentu masih banyak tanda-tanda lainya yang dapat dijadikan sebagai sarana bersyukur atas nikmat-nikmat Allah. Tafakur dalam memahami ayat-ayat Allah, baik qauliyah maupun kauniyah sangat dianjurkan, karena sehebat ilmu manusia masih seperti setetes air di lautan jika dibandingkan ilmu-Nya, dan orang baru dianggap sempurna bersyukur jika pandai melakukan tafakur dan tadabur terhadap ayat-ayat tekstual dan ayat-ayat kontekstual secara terpadu dan seimbang. Semoga***(Muhith, M.Ag Dosen STIQ Kepri, Ketua Pergunu Batam)


0 Response to "Tafakur Tingkatkan Syukur"
Posting Komentar