Disiplin Dalam Kehidupan


Kaum Muslim umumnya tertarik dengan disiplin yang ada kaitanya dengan pahala dan nilai disiplinya dapat diandalkan, karena hampir semua energinya dikerahkan untuk disiplin tersebut. Namun, jika berkaitan dengan disiplin dalam kehidupan sehari-hari yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan pahala, disiplinya rendah.
Perintah disiplin (taat) kepada Allah, taat kepada Rasul dan pemimimpin salah satunya adalah dalam QS. Annisa/4/59 Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu.
Penjelasan sebagian mufasir berkaitan dengan ayat ini menyebutkan, ketaatan kepada Allah dan ketaaan kepada Rasul itu standarnya harus sama, karena dalam ayat tersebut ada pengualangan kata (athi’uu). Tapi, ketika taat kepada para pemimpin kata (athi’uu) tidak ada sehingga ketaatan kepada para pemimpin tidak harus sama standarnya taat kepada Allah dan Rasul. Bahkan, ketaatan kepada pemimpin masih harus dilihat dulu, bila pemimpin tidak melalukan penyimpangan boleh taat kepadanya namun jika melakukan penyimpangan maka tidak ada keharusan untuk taat kepada pemimpin.

Disiplin dalam Beribadah
Untuk ibadah, umat Islam, sangat disiplin dan mau mengeluarkan energi lebih, seperti, beribadah shalat, zakat, puasa, umrah, haji dan ibadah-ibadah rutin lainnya. Berapa banyak umat islam yang begitu azan berkumandang, mereka langsung mendatangi mushalla dan masjid. Begitu juga untuk puasa, walaupun haus, lapar, letih, dan tidak ada orang yang melihat, mereka tetap disiplin karena demi sebuah pahala. Lalu, tidak sedikit ketika menerima gaji langsung dipotong atau diserahkan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk sebuah pahala. Untuk ibadah sunat umrah, mereka rela mengeluarkan harta benda yang bukan sedikit. Saat tiba disana, mereka disiplin menjalankan berbagai jenis ibadah manasik umrah sehingga tidak pernah melewatkan sedikitpun nilai-nilai disiplin yang diajarkan agama.
Bagi kalangan pebisnis, ibadah ini menjadi bisnis yang menggiurkan. Dari data Kementrian Agama tahun 2012, sebanyak 500 ribu orang pergi umrah. Tahun 2013 sebanyak 1 juta pergi umrah, dan setiap tahun permintaan umrah dari muslim Indonesia terus meningkat. Dan yang paling berkesan adalah untuk pergi haji, waiting list saja 10 tahun.
Disiplinnya ibadah kaum muslim dalam beribadah akan sempurna jika berdisiplin itu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, karena mereka sudah punya modal yang cukup. Namun, karena cara pandang melihat disiplin selain ibadah dianggap tidak ada nilai pahala, sehingga mereka tidak mau banyak mengeluarkan energi untuk berdisiplin.

Disiplin Selain dalam beribadah
Riset Hossein Askari Guru Besar Universuats George Washington (kompas.com) yang mengadakan penelitian di 208 negara di dunia paling Islami atau yang menjalankan nilai-nilai disiplin dalam kehidupan sehari-hari, ternyata negara-negara Islam yang penduduknya beragama Islam berada diurutan belakang. Paling terdepan adalah Malaysia, itupun berada di urutan ke-33 bahkan Saudi Arabia berada diurutan ke 91 Ini menunjukkan disipilin umat Islam dalam kehidupan sehari-hari sangat rendah. Tentu ada alasan yang logis yang dapat dapat dipertanggungjawabkan secara riset berkaitan dengan hal tesebut.
Beberapa hal yang nampak jelas dilihat bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki disiplin yang rendah, antara lain, dalam hal menghadiri rapat atau memulai acara kegiatan. Dalam undangan rapat atau acara kegiatan misalnya, ditulis pukul 13.00 WIB, dapatkah masyarakat kita saat pukul tersebut memulai acara? Jika diperhatikan di sekeliling kita, maka nampaknya sulit acara tersebut dimulai tepat waktu. Apalagi jika acara tersebut melibatkan pimpinan kepala daerah, sudah tentu menunggu kepala daerah itu datang baru acara dimulai. Ada istilah saling melemparkan beban agar acara itu molor, tidak disiplin. Dipihak tamu dan undangan mengatakan, paling acara dimulai tidak tepat waktu, karena mengundang kepala daerah. Jadi, datang lambat satu jam saja, acara belum dimulai.
Contoh dapat dilihat pada acara halal bihalal Persatuan Guru Republik Indoensia (PGRI) Kota Batam. Dalam undangan tertera acara pukul 13.00 WIB. Namun, sampai pukul 14.30 WIB, acara belum dimulai. Tak ayal sejumlah guru yang capek menunggu, menuangkan kekesalannya di media sosial.
Di lapangan, sering terjadi salah komunikasi ketika ada tamu undangan utama yang menghadiri acara. Ada saja kendala acara karena ada beberapa pengantar acara inti yang terkadang memakan waktu lama. Sehingga tamu undangan utama yang mestinya menghadiri acara inti, menjadi tersandra di acara tersebut karena panjangnya acara pengantar.
Contoh lain dapat pula dilihat dalam rapat RT, RW, rapat organisasi kepemudaan, organisasi kampus, organisasi masyarakat, bahkan dalam pengajian, baik yang diadakan di kantor maupun diluar kantor.
Dalam hal buang sampah masyarakat kita juga masih kurang disiplin. Walaupun sudah ada Perda Kota Batam No. 11 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah, dimana dalam perda tersebut masyarakat dilarang membuang sampah sembarangan. Bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda, tetap saja perda tersebut diacuhkan masyarakat. Ada saja masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Pemerintah sudah menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di beberapa lokasi, akan tetapi masyarakat lebih suka membuat TPS tersendiri yang menurutnya lebih mudah, sehingga TPS yang disediakan pemerintah tidak terpakai. Ada kesan pemerintah yang membantu membuatkan TPS dianggap tidak memahami keinginan masyarakat, padahal pemerintah tidak bisa meletakkan TPS disembarang tempat, mesti ada kalkulasi agar masyarakat lain tidak terlalu terganggu karena adanya TPS yang disediakan pemerintah.
Taat lalulintas juga menjadi salah satu aspek cerminan masyarakat dalam hal disiplin. Polantas yang menangkap pengedara roda dua yang tidak lengkap surat-suratnya seperti KTP, SIM dan STK sangat banyak, sehingga sering dijumpai dipinggir jalan raya ada-ada saja Polantas yang menghentikan pengendara, karena tidak lengkap surat atau atribut kendaraannya. Anehnya lagi masih ada saja pengendara roda dua yang tidak memakai helm melintasi jalan raya. Pengendara seperti ini selain melanggar juga membahayakan diri sendiri, masyakarat mendukung Polantas yang langsung memberi surat Tilang terhadap pengendara seperti itu.
Memotong jalan atau berlawanan arah juga masih sering dijumpai di jalanan walaupun pengendara tersebut berjalan di bahu jalan, apa kira-kira motivasi mereka yang memotong jalan tersebut, masyarakat hanya ingin enak sendiri, dan cepat sampai tujuan, urusan disiplin berlalulintas tidak masuk dalam benak mereka. Begitu juga saat di lampu merah, ada simpang jalan belok ke kiri, maka simpang tersebut akan penuh dengan motor, tidak peduli menghalangi atau tidak mobil atau motor yang mau lewat ke kiri.
Pemandangan yang tidak kalah dramatisnya adalah mobil pencari penumpang yang dengan sesukanya menghentikan penumpang secara mendadak dan tidak mau parker di bahu jalan. Jika bertemu dengan mobil tersebut ada yang mengelus dada, tetapi ada pula yang spontan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.  Bahkan macetnya jalan di depan Industri Muka Kuning saat pagi hari ditengarahi karena banyaknya mobil yang parkir bukan di bahu jalan mencari penumpang. Disiplin dalam berkendara memang tidak bisa mengurai kemacetan jalan raya, akan tetapi disipin dalam berkendara membantu memperlancar lalulintas di jalan raya.
Disiplin dalam bekerja, dalam teori ada sekitar sepulu point agar seseorang itu menjadi orang yang disiplin dalam bekerja antara lain : tumbuhkan niat dalam diri, memastikan mana yang boleh dan yang tidak boleh, bertanggung jawab, berlatih disiplin, mengurangi kebiasaan buruk, mempunyai target, memulai dari mudah, mengabaikan tekanan buruk, tidak menyerah dan diselingi refresing. Namun dalam prakteknya disiplin itu hanya didominasi pekerja swasta, karena semua yang berkaitan dengan pekerjaan dijalankan secara disipilin, baik job discriptio-nya, job classificasion-nya, job evaluation-nya, worker trainingnya, worker mobilitynya, safetynya, human resource planingnya dan job  design instructuring-nya semua sesuai standar.
Singkat kata pengertian, tujuan, manfaat, tahapan, jenis dan metodenya  dilaksanakan secara disiplin. Selain pekerja swasta mungkin bisa dikatakan disiplin,  tetapin disiplinya tidak akan bisa mengalahkan disipilin pekerja swasta. Kalau selain  pekerja swasta bisa mengalahkan pekerja swasta maka tidak aka istilah di masyarakat “Masuk belakangan pulang duluan tetapai mendapatkan gaji yang sama”. Karena pepatah itu tidak berlaku bagi pekerja swasta.
Berdisiplin dalam bertasamuh atau toleransi itu diajarkan dalam agama, namun dalam kehidupan bermasyarakat terkadang ada-ada saja sandungan krikil dari masyakat sendiri itu  tidak bisa disiplin dalam toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, salah satu faktornya adalah karena adanya curiga, dan ingin menang sendiri. Jika dalam bermasyarakat tidak ada saling curiga dan ingin menang sendiri, maka sikap tasamuh dalam kehidupan bermasyakat akan cepat terwujud. Semoga. ***(Muhith, M.Ag Dosen STIQ Kepri, Ketua Pergunu Batam)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Disiplin Dalam Kehidupan "

Posting Komentar