BKPRMI KEPRI HARUS BERJIWA ENTERPRENERSHIP


Said Al Idrus Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) saat melantik pengurus BKPRMI Provinsi Kepulauan Riau Periode 2019-2022, tanggal 28 Juli 2019 di Hotel PIH Batam dengan Tema Masjid Sebagai Pusat  Pembinaan Generasi Muda, dalam sambutanya menyampaikan pentingnya pembinaan generasi muda, khususnya remaja untuk mencintai masjid. Alasannya karena ia sebagai Ketua BKPRMI sudah berkeliling ke seluruh Indonesia. Hasil dari pantaunya selama hijrah dari masjid satu ke masjid yang lain ternyata rata-rata yang hadir di masjid didominasi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu. “Remaja dan pemuda yang datang ke masjid untuk kegiatan shalat 5 waktu tidak kurang dari 10% jumlah jama’ah. Remaja lebih asyik nyaman berkeliaran di luar masjid. Fakta ini menjadi keprihatinan bersama, tutur Said mengawali sambutannya.
Memang ada bahasa yang popular ditengah-tengah masyarakat, dimana remaja dan pemuda islam sebisanya dijauhkan dari masjid, agar pemuda islam menjadi pengekor, pemuda yang tidak punya kreatifitas, pemuda yang tidak mandiri, dan pemuda yang tidak percaya diri bersaing dengan  pemuda lain. Jika sekenario ini benar, maka perlu adanya antisipasi, agar remaja dan pemuda masjid menjadi pemuda yang mencintai masjid dan punya keahlian untuk bersaing dengan pemuda lainnya, sehingga program pengurus BKPRMI ke depan mestinya mempunyai program memiliki daya tarik untuk kalangan remaja dan pemuda. Misalnya pengurus mengadakan pelatihan enterprership, yang bisa memberi motivasi untuk menjadi pengusaha-pengusaha muda, yang pandai menangkap peluang era digital, atau memgundang Event Organizer dan Youtuber agar kegiatan programnya memang dicari remaja, sehingga remaja merasa bermanfaat berkumpul di masjid, tambah Said.
Pengrus yang sudah dipercaya selama tiga tahun diharapkan bisa memegang amanah yang telah diterimanya, jangan sampai umat yang sudah mempercayakan amanah tersebut disia-siakan sehingga masyarakat yang mau menjadi donator kegiatan atau simpati kecewa, karena pengurus BKPRMI tidak bisa menjaga amanah. Jika pengurus bisa menjaga amanah maka akan banyak donator yang mau menyumbangkan donasinya untuk pembinaan remaja, pemuda dan umat di masjid.  Sudah banyak pelantikan BKPRMI di Indonesia yang sifatnya seremoni. Kepada pengurus yang terpilih, tinggalkan kegiatan seremoni, mari berkarya nyata untuk remaja, pemuda dan ummat islam, sehingga kehadiran BKPRMI memang dibutuhkan masyarakat. Gerakkan shalat subuh  berkeliling termasuk program yang sulit dan paling sulit. karena   Allah sudah berjanji memberikan kemuliakan, bagi orang yang mau shalat sunnah sebelum shubuh. Jika tidak ada program pengurus yang jalan, pengurus harus berlapang dada, jika perlu pengurus yang tidak aktif setelah 6 bulan tidak berfungsi harus selesaikan secara adat, berani diresafle sehingga tidak merasa ada beban diantara pengurus.
Kota Batam merupakan kota yang strategis, banyak peluang yang bisa di kerjakan untuk mengebangkan Batam, apakah yang bergerak di bidang agama, bidang ekonomi, bahkan berbagai aliran pun ada dan ikut dalam memanfaatkan peluang Batam. “ Bahkan menjadi target misisonaris agar remaja dan pemudanya berhura-hura, remaja dan pemudanya lemah, murtad dan makin menjauh dari masjid, ujar Said.
Fasi adalah Program nyata yang sudah menjadi program nasional, bagaimana pengurus lincah untuk membina remaja dan pemuda agar mahir dibidang agama, khususnya yang dilombakan dalam Fasi. Pengurus Kepri harus membuktikan bisa berbuat untuk umat, karena Fasi tingkat nasional di Palangka Raya, tahun lalu Kepulauan Riau belum juara. Insya Allah akan dibuka pak Presiden Jokowi, maka pengurus BKPRMI Kepri harus bisa buktikan bahwa Kepri adalah salah satu pengurus yang dapat diandalkan, pungkas Said.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BKPRMI KEPRI HARUS BERJIWA ENTERPRENERSHIP"

Posting Komentar