Malaikat dan Fungsinya Menurut al-Qur'an
Malaikat-malaikat tersebut, secara
fungsional mewakili seluruh malaikat yang ada dan berkaitan langsung dengan
eksistensi alam pada umumnya dan manusia pada khususnya.
1. Jibril
Nama
Jibril terbentuk dari dua akar kata yang berasal dari bahasa Suryani
dan
Ibrani,
yaitu jibr dan il.
Jibr artinya abd
(hamba)
dan il
berarti
Allah.[1]
Jadi Jibril adalah Abdullah (hamba
Allah), semakna dengan itu Mika’il, Israfil dan
Izara’il
serta malaikat yang mempunyai nama akhiran il
semuanya dikembalikan kepada arti Allah, hal ini dikarenakan semua malaikat
adalah hamba-hamba Allah yang terus menerus menjalankan perintah Allah SWT.
Al-Qur’an
menyebut istilah Jibril hanya dua kali yaitu dalam QS. al-Baqarah: 2: 98,
setelah itu penyebutan Jibril menggunakan istilah seperti al-ruh,
ruh al-amin, ruh al-quddus. Sebagaimana
dalam al- Qur’an :
“Pada
malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya
untuk mengatur segala urusan”[2]
Selanjutnya
Qs. as-Syu’ara ayat 193.
“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin
(Jibril)”[3]
Istilah ruh dan ruh al-amin yang melekat
padanya bukan semata-mata adalah sebuah gelar kehormatan, tetapi lebih dari itu
yakni sebagai penegasan dari Allah secara eksplisit bahwa Jibril adalah
malaikat atau duta Nya yang terpercaya. Jibril sebagai agent wahyu Allah adalah
utusan yang paling dipercaya dan memiliki kedudukan tinggi, denga demikian
semenjak diutusnya nabi pertama sampai nabi terakhir proses pemberian wahyu
selalu melewati Jibril. Ini sesuai dengan Qs. al-Nahl ayat 102.
“Katakanlah
Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan al-Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk
meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta
kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."[4]
Jibril sebagai pembawa pesan Allah juga
disebut dalam al-Qur’an dengan
menggunakan pujian terhadap sifatnya yaitu
sebagaimana tersebut dalam Qs. al-Takwir 20-21
“Sesungguhnya
al-Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia
(Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi
Allah yang mempunyai 'Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi
dipercaya”[5]
Jibril
adalah penghulu para malaikat, ia pemimpin bagi seluruh malaikat dan ia
malaikat Allah yang agung dan paling kuat, ia termasuk malaikat Allah yang
sangat ditaati dalam alam malakut. Dalam kitab Talmud.
[6]di
sana dijelaskan bahwa Jibril (Gabriel)
adalah malaikat yang bertugas untuk memelihara api serta mematangkan
buah-buahan, [7]
dan termasuk tugas Jibril adalah sebagai penguasa angin dan bala tentaranya,
sebagaimana penjelasan Qs. al-Mursalat / 3.
“Dan
(malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya”[8]
2. Mikail
Mika’il atau Mikal nama aslinya adalah Ubaidillah, [9], namanya
disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak satu
kali yaitu bergandengan dengan nama Jibril sebagimana penjelasan QS.
al-Baqarah/2:98
“Barang
siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril
dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”[10]
Mika’il
adalah salah satu malaikat yang bertugas mengatur dan menguasai tetesan air
hujan dan sesuatu yang disebabkan dari tetesan air tersebut seperti tumbuh-tumbuhan,
binatang manusia dan ekosistem lain. Sedang dalam kitab Talmud,
Mika’il
adalah malaikat yang mengatur seluruh air[11].
Hal ini memang benar bahwa dari air tersebut muncul sebuah kehidupan dan dari
kehidupan tersebut maka Mikail lah sebagai malaikat yang mengatur rizkinya.
3. Israfil
Ia adalah Abdurrahman
Ia adalah
malaikat yang bertugas sebagai peniup sangkakala sebanyak
dua kali. Tiupan pertama yaitu tiupan untuk mematikan semua makhluk baik di
langit maupun di bumi, sedangkan tiupan kedua adalah untuk menghidupkan kembali
semua makhluk. Al-Qur’an hampir tidak
menyebutkan nama Israfil secara eksplisit. Ia disebut disebutkan dengan memakai
istilah lain yaitu sang peniup sangkakala,
sedang istilah sangkakala sendiri
dalam al-Qur’an disebutkan
sebanyak sebelas kali yaitu pada QS. Tha Ha: 20: 102, QS. az-Zumar: 39: 68, QS.
al-An’am:
6: 73, QS. al-Kahfi: 18: 99, QS. al-Mu’minun:
23: 101, QS. an-Naml: 27: 87, QS. Qaf: 50: 20, QS. al-Haqqah: 69: 13, QS. al-
Mudatsir: 74: 8, QS. al-Naba: 78: 18 dan QS. Abasa: 80: 33. Semua penyebutan
itu, menggunakan istilah as-shur dan
satu penyebutan dengan istilah naqur dalam
surat Mudatsir sebagimana penejlasan Qs. az-Zumar /39:68 dan Qs. Thaha/20: 102
dan Qs al-Mudatssir /78:8
Dan
ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali
siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka
tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)”.[12]
“(yaitu)
di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada
hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram”)[13]
“Apabila ditiup sangkakala”[14]
Tidak ada
perbedaan yang mendasar dalam istilah as-shur dan
annaqur,
keduanya memiliki pengertian yang sama yakni sangkakala,
satu alat yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menyerupai terompet kelak
menjelang dimulainya kehidupan baru, yaitu awal dimulainya kehidupan akhirat.
Banyak fersi penafsiran ulama berkaitan dengan peniupan sangkakala.
Sebagian ulama mengatakan dua kali tiupan, tiupan kematian dan tiupan
dibangkitkannya semua makhluk. Sebagian yang lain mengatakan tiga kali tiupan,
yaitu tiupan yang membingungkan, tiupan yang mematikan dan tiupan yang
membangkitkan.
4. Izra’il
Ia
adalah salah satu malaikat yang bertugas untuk menentukan masa berakhirnya
sesuatu yang ada di dunia ini, baik di langit maupun di bumi, dalam al-Qur’an
dijelaskan: dalam Qs. as-Jadah /32:11, Qs. al-An’am/6:
61 Qs al-Anfal /8:50.
“Katakanlah: "Malaikat maut yang
diserahi untuk (mencabutnyawa)mu akan mematikan mu, kemudian hanya kepada
Tuhanmu lah kamu akan dikembalikan”.[15]
“Dan Dialah yang
mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu
malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah
seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan
malaikat- malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya”.[16]
“Kalau
kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orangorang yang kafir seraya
memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa
neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri)”.[17]
Quraish
Shihab memberikan penafsiran bahwa yang dimaksud dalam redaksi ayat “wannazi’ati
gharqan” adalah malaikat yang mencabut nyawa
orang-orang kafir dengan sekuat-kuatnya. Dikatakan demikian karena orangorang
kafir mempertahankan nyawanya setelah diperlihatkan oleh Allah tempat
kembalinya yaitu neraka, sehingga mereka tidak mau cepat-cepat kembali kepada
tampat asalnya.
Di
sisi lain diterangkan bahwa proses pencabutan nyawa pada orangorang kafir
adalah proses pencabutan yang sampai kepada dasar jiwanya, sehingga
pencabutannya bersifat keras. Sedangkan ayat berikutnya “wannasyithathi
nasythan” adalah gambaran
pencabutan nyawa orang mu’min dengan lemah
lembut sebagai kebalikan dari kondisi orang-orang kafir yang digambarkan pada
ayat sebelumnya.[18]
5. Malaikat
Penjaga
Malaikat
penjaga disebut juga al-mu’aqibat. Mereka
bertugas menjaga manusia di saat siang dan malam, di saat manusia diam dan
bergerak dan di segala kondisi manusia, mereka menjaga manusia dari depan
maupun belakang, dari musuh-musuh manusia, dari binatang buas, serta dari
gangguan jin dan setan.
Adanya
malaikat penjaga, bukan saja diterima dikalangan Islam, tetapi semua agama
mempercayai adanya malaikat penjaga. Dalam doktrin Kristen misalnya patung
Yesus menggendong anak adalah sebagai simbol adanya pemeliharaan Allah terhadap
anak-anak kecil yang tidak berdaya. Sebagaimana dalam al-Qur’an
di jelaskan Qs. al-Ra’du /13:11 dan Qs
al-Anbiya/21:42
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang
selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakang nya, mereka menjaga nya
atas perintah Allah.61 Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan
sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan62 yang ada pada
diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu
kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi
mereka selain Dia”[19]
Katakanlah:
"Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari
(azab Allah) Yang Maha Pemurah?" Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang
berpaling dari mengingati Tuhan mereka".[20]
Ayat
di atas memberikan satu pemahaman bahwa Allah mengutus para malaikat penjaga
kepada manusia sebagai bentuk sifat rahman Allah kepada manusia. Sifat rahman
tersebut adalah sifat yang diberikan kepada setiap manusia tanpa membedakan
muslim atau tidak. Tidak ada seorangpun yang dapat menjaga manusia setiap saat,
baik di waktu malam maupun siang dalam kondisi apapun terkecuali hanya Allah
SWT.[21]
6. Ridlwan
Ridlwan
dalam Islam dikenal sebagai malaikat yang ramah dan lemah lembut serta memiliki
kasih sayang yang tinggi. Ia bertugas mengurus surge yang luasnya antara langit
dan bumi, kemudian melayani orang-orang yang masuk kedalamnya. Ia memilki
pembantu-pembantu dalam tugasnya. Sebagaimana di jelaskan dalam QS. ar-Ra’d/
13: 23-24
“(yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke
dalamnya bersamasama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya,
isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke
tempat-tempat mereka dari semua pintu. Sambil mengucapkan): "Salamun
'alaikum bima shabartum. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”[22]
Dalam
ayat di atas Ridlwan tidak di sebutkan secara eksplisit, berdasarkan namanya,
al-Qur’an
hanya menyebutkan para malaikat penjaganya yang masuk dalam setiap pintu-pintu
surga. Para malaikat penjaga yang masuk dalam kategori ayat di atas adalah para
pembantu atau tentara dari malaikat Ridlwan yang akan melayani para penghuninya
dengan ramah dan senang hati. Gambaran dalam ayat di atas memberikan satu
fenomena menarik dimana malaikat penjaga surga selalu mengucapkan salam kepada
orang-orang yang masuk ke dalamnya sebagai tanda penghormatan bagi mereka yang
telah bersabar menghadapi semua ujian dan cobaan ketika hidup di dunia.
7. Malik
Bagi
sebagian masyarakat Islam menganggapnya sebagai malaikat yang keras dan kasar,
ia adalah salah satu malaikat yang bertugas menjaga neraka, sedangkan ia
sendiri memiliki pembantu-pembantu. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam
Qs. az-Zuhruf/43: 77
“Mereka berseru: "Hai Malik
biarlah Tuhanmu membunuh kami saja." dia menjawab: "Kamu akan tetap
tinggal (di neraka ini)” [23]
Lalu
di dalam ayat yang berbeda juga disebutkan bahwa dalam neraka itu ada para
penjaga yang bertugas menjaga para penghuni neraka. Di antara para penjaga
tersebut berjumlah sembilan belas penjaga, sebagaimana dalam QS. al-Mudatsir/74: 27-30 yang artinya :
“Tahukah kamu apakah (neraka) Syaqar itu
?neraka Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak pula membiarkan. Neraka Saqar
adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya sembilan belas malaikat penjaga.[24]
Ayat
di atas menjelaskan bahwa di dalam neraka saqar, di
atasanya ada sembilan belas malaikat penjaga. Akan tetapi di sini tidak
dijelaskan secara kongkret penafsiran angka sembilan belas tersebut. Apakah
menunjukan satu kelompok atau golongan yang berjumlah sembilan belas atau pula
diartikan yang lain. Banyak perbedaan dikalangan mufassir
berkaitan dengan maksud angka sembilan belas. Ibnu Abi al- Asbu’
membrikan penafsiran bahwa batas angka satuan adalah angka Sembilan dan batas
puluhan adalah angka sepuluh. Dengan demikian sembilan belas adalah angka yang
memiliki arti tidak terbatas, sehingga penafsiran terhadap sembilan belas
malaikat di atas adalah jumlah yang tak terbatas bagi para penjaga neraka saqar.[25]
8. Raqib dan Atid.
Keduanya
adalah malaikat yang menjaga manusia dan mencatat segala amal perbuatannya
selama hidup di dunia. Catatan malaikat ini merupakan bukti yang otentik bagi
setiap orang kelak di akhirat yaitu di pengadilan Tuhan Yang Maha Adil dan
Bijaksana. Sebagaimana malaikatmalaikat lain, Raqib dan Atid memiliki
pembantu-pembantu malaikat lain, sebagaimana dalam Qs. Qaf/ 50: 18
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya
melainkan ada di mdekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.[26]
Allah
menerangkan bahwa bahwa tugas yang dibebankan kepada kedua malaikat ini ialah
bahwa tidak ada satu ucapanpun yang diucapkan seseorang tanpa ada disampingnya
seorang malaikat (Raqib dan Atid), yang mengawasi dan selalu hadir untuk
mencatat amal-amalnya yang berpahala dan amal-amalnya yang menyebabkan dosa.
Hal ini terkait dengan ayat sebelumnya yang mengatakan bahwa meskipun Allah
mengetahui setiap perbuatan sesorang dan lebih dekat dari pada nadi seseorang,
tetapi Allah juga mengutus dua malaikat untuk mencatat segala ucapan dan
perbuatan hamba-hambanya.[27]
Hasbie
ash-Siddieqi menukil pendapat para ulama dalam tafsirnya dikatakan bahwa ayat melakukan
perbuatan jahat dan penentram bagi orang-orang yang melakukan amal shalih.[28]
Sebagaimana dijelaskan dalam Qs. al-Infithar /82: 10-12 yang artinya :
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada
(malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu). Yang mulia (di sisi Allah)
dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apayang kamu
kerjakan”[29]
Ayat di atas menunjukan bahwa Allah
telah memberikan kenikmatan kepada manusia, sehingga Allah menciptakannya
dengan bentuk yang baik dan sempurna. Setelah itu Allah memberikan kenikmatan
kepada manusia dengan diutusnya dua malaikat penjaga yang selalu menjaga dan
mencatat amal-amalnya, agar dapat memberi balasan yang sempurna.[30]
9.
Munkar dan Nakir
Dua malaikat ini
bertugas mengajukan beberapa pertanyaan kepada mayat di dalam kubur.
Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain “
siapa Tuhannya, siapa nabinya, kitab apa yang menjadi pedomannya, dan
sebagainya. Sebagaimana dalam hadits nabi di terangkan Artinya :
“Nabi bersabda “ sesungguhnya (hamba)
manusia itu apabila
telah
dimakamkan dan sahabat-sahabatnya (pengantar jenazahnya) telah meninggalkan makamnya
dan sesungguhnya
ia
(si mayit) mendengar suara sandal sepatu mereka, maka datanglah
kepadanya dua malaikat kepadanya kemudian mendudukkannya lalu bertanya kepadanya “
benarkah
pendapatmu
tentang orang laki-laki ini (yakni nabi), maka orang yang
beriman pasti akan menjawab “aku bersaksi bahwasanya ia (Muhammad) adalah hamba
Allah dan Rasul
Nya,
kemudian dikatakan kepadanya “lihatlah tempat tinggalmu di neraka ; (tetapi) Allah
sungguh telah mengganti tempat tinggalmu dengan tempat tinggal
di surga, maka ia
melihat
neraka dan surga keduanya”. (HR. Mutafaq Alaih)[31]
` Dalam hadits yang diriwayatkan oleh
Abu Hurairah diceritakan Artinya
Bercerita kepada
(kita) Salamah Yahya bin Khulaf al-Bashri, bercerita kepada (kita) Basyar bin
Mufadhal, dari
Abdurrahman
bin Ishaq, dari Sa’d bin Abi Sa’id al-Maqburi, dari Abu
Hurairah RA berkata. Rasulullah SAW bersabda “ ketika mayit
telah dikubur (atau salah satu diantara kamu, maka datanglah dua
malaikat yang hitam, dan biru keduanya diceritakan salah satu nya adalah Munkar
dan yang lain adalah
Nakir.
Maka keduanya berkata kepada si Mayit “apa yang kamu ucapkan
kepada orang laki-laki ini ? maka si Mayit menjawab apa yang diucapkannya “ dia
adalah hamba Allah
dan
rasulnya. Maka kedua malaikat itu lalu berkata “ sesungguhnya
kami tahu bahwa kamu akan mengucapkannya demikian, lalu mayit itu di luaskan
kuburnya sampai tujuh puluh dzira’ setelah tujuh puluh, kemudian
menerangi di dalamnya, kemudian di ceritakan malaikat tersebut
berkata kepada si
Mayit
“ tidurlah”[32]
[1]
Baidan, Nasruddin, Tafsir
Madhu’i, Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta, 2001, hlm. 213
[2]
QS. al-Qadar:
97: 4
[4]
QS. an-Nahl: 6:
102
[5]
QS.
at-Takwir: 81: 19-21
[6]
Kitab
Talmud adalah kitab yang disusun oleh para Rabbi dalam ajaran Yahudi sebagai
syarah atau penjelas tafsir dari kitab taurat yang berisi
tentang sepuluh perintah Yuhan The Teen
commandemant yang berupa
tulisan firman Tuhan diatas batu yang diterima nabi Musa as diatas bukit
Sinai.
Sahara Intisains, Jakarta, 2004, hlm.
200-201
[8]
QS. al-Mursalat:
77: 3
[10]
QS. al-Baqarah:
2: 98
[12]
QS. az-Zumar:
39: 68
[13]
QS. Tha Ha: 20:
102
[14]
QS. al-Mudatsir:
74: 8
[15]
QS. as-Sajdah:
32: 11
[17]
QS. al-Anfal: 8:
50
[20]
QS. al-Anbiya:
21: 42
[21]
Bagi
tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran
dan
ada pula beberapa malaikat yang
mencatat amalan-amalannya. Dan yang dikehendaki dalam ayat ini
ialah malaikat yang menjaga secara
bergiliran itu, disebut malaikat penjaga (hafazhah).
[23]
QS. az-Zuhruf:
43: 77
[24]
QS. al-Mudatsir:
74: 27-30
[26]
QS. Qaf: 50: 18
[27]
Departemen
Agama RI, Al-Qur’an
dan Tasfirnya, Jilid
IX, PT. Citra Efhar, Semarang,1993, hlm. 463
[28]
Hasbie
ash-Shiddieqi, Tafsir
an-Nur, Jilid
5, PT. Pustaka Rizki Putera, Semarang, Cet. II, 1995, hlm. 3810
[29]
QS. al-Infithar
: 82: 10-12
M/1414 H, hlm 290


0 Response to "Malaikat dan Fungsinya Menurut al-Qur'an"
Posting Komentar