Fitnah Menurut Quraish Shihab dan Buya Hamka
Menurut M. Quraish Shihab bahasa yang digunakan Al Qur'an untuk
menunjukkan sesuatu yang tidak
disenangi,
Antara
lain ; Musibah, akibat kesalahan manusia bala'> keniscayaan dan dijatuhkan Allah
Swt walau tanpa
kesalahan, dan fitnah bencana
yang dijatuhkan Allah dan dapat menimpa orang yang bersalah atau tidak
bersalah. Di antara kata fitnah diartikan
kekacauan. orang-orang kafir selalu
mementingkan kebersamaan, saling melindungi diantara sesama kaumnya. Sedangkan
pada umat muslim akan mendapat dua perlindungan, yaitu perlindungan dari Allah
dan perlindungan dari sesama kaum muslimin dan Perlindungan dari Allah dapat
diperoleh jika kaum muslimin melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, jika
tidak melaksanakan perintah Allah, maka akan megakibatkan terjadinya kekacauan,
peperangan, tidak menghargai satu dengan lainnya dan akan mengakibatkan
kerusakan yang besar. Sedangkan perlindungan dari sesama kaum muslimin dengan
saling melindungi, mengutamakan kebersamaan, seperti yang terungkap dalam
hadits bahwa kaum muslimin itu diibaratkan satu tubuh yang apabila satu anggota
tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya akan ikut merasakan.
Menurut Buya Hamka kata musibah itu ditujukan kepada
orang-orang munafiq akibat perbuatan mereka sendiri yang suka bersikap mendua
dihadapan Rasulullah Saw dengan bermanis muka dan berpaling dari belakang.
Persamaanya antara Quraish Sihab dab Buya Hamka dalam menafsirkan ayat tersebut
yaitu kata fitnah yang berkaitan dengan
hasutan, gangguan, dan siksaan yang dilakukan oleh kaum Quraish,
terhadap umat islam sehingga fitnah lebih ngeri daripada pembunuhan. Lebih
ngeri karena meninggalkan dendam yang berlarut-larut. jika kamu perangi kamu
pun boleh mempertahankan diri; tangkis serangan mereka dan bunuh mereka; “Maka
jika mereka perangi kamu, maka bunuhlah mereka.” Demikianlah balasan untuk
orang-orang yang kafir.
Adapun fitnah yang terjadi terhadap
generasi pertama umat islam dimana Rasulullah masih hidup antara lain Usamah
Bin Zaid yang Membunh Orang Kafir yang telah membaca kalimat Lailaha illallah, namun Usamah bin Zaid tetap
menghujamkan tombak kepada salah seorang lawannya hingga dia tewas, serta
Fitnah yang terjadi terhadap Aisyah yang dituduh selingkuh dengan salah seorang
sahabat yang bernama Shafwan bin Mu'athal as-Sulami adz-Dzakwani yang
dihembuskan oleh orang munafik Abdullah bin Ubay bin Salul.
Fitnah yang terjadi sepeninggal Rasulullah antara lain :
Terbunuhnya Khalifah Umar bin al-Khaththab, terjadi Perang Shiffin dua kelompok
itu adalah kelompok Ali dengan Mu’awiyah, fitnah Khawarij kelompok yang keluar
dari Ali dan Muawiyah. Adapaun fitnah akhir zaman yang terjadi terhadap Umat
Islam antara lain yaitu campurnya Antara yang Hak dan Yang Batil, umat Islam
berkhianat membela orang kafir, parameter kebenaran berubah tidak sesuai al-Qur’an dan Hadits,
pemimpin zhalim yang dictator, umat islam lebih memburu dunia menjual akhirat,
manusia berzina di pinggir jalan tidak malu,
dan berita hoax berbau fitnah terkeji yang mengepung umat Islam.


0 Response to "Fitnah Menurut Quraish Shihab dan Buya Hamka"
Posting Komentar