Walikota Silaturrahmi dengan PMB, IPM & BMGQ
Walikota Batam H. Muhammad Rudi SE, MM dan Wakil Walikota Batam H. Amsakar Ahmad mengadakan silaturrahmi dengan pengurus Persatuan Muballigh Batam (PMB) Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) dan Badan Musyawarah Guru al-Qur’an (BMGQ) khusus Kecamatan atam Kota di masjid Agung Batam tanggal 21 Juli 2020. Hadir bersama walikota OPD Kota Batam, H Maryono Ketua Umum PMB Kota Batam beserta sekretaris , H Luqman Rifa’i Ketua IPIM Kota Batam beserta sekretaris, Deden Sirajuddin Ketua BMGQ Kota Batam dan ormas-ormas kecamatan se-Kota Batam.
Ketua IPIM Batam Kota Naim Pahyumi, yang diberikesempatan pertama untuk memberikan sambutan menyampaikan permintaan maaf dan saling memaafkan sesama anggota IPIM Batam Kota, karena pada kesempatan bulan ramadhan dan hari raya idul fitri tidak sempat bersilaturrahmi karena situasinya yang belum memungkinkan karena adanya pandemi covid-19 semoga anggota IPIM terhindarkan dari terkwna wabah dan senantiasa sehat walafiat, selanjutnya Pahyumi melaporkan jumlah anggota IPIM Batam Kota sebanyak 106 orang, dan insya Allah saat ini hadir semua. Kepada anggota IPIM mari berdoa semoga Bapak Walikota dan Wakilwalikota sehat walafiat dan shingga daapat menjadikan Batam menjadi kota yang Modern, Religius dan memberi perhatian yang lebih kepada para imam. Pungkas Pahyumi.
Ahmadin, SE,MM selaku Ketua PMB Batam Kota
mendapatkan kesempatan kedua untuk memnerikan sambutan, dalam sambutannya
Ahmadin mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyak kepada Pak Camat Batam
Kota yang telah bekerja keras untuk menjadikan Batam Kota yang awalnya zona
merah menjadi zona hijau. Terima kasih kepada tim gugus Batam Kota yang telah
memberikan arahan kepada muballigh agar senantiasa menjaga standar kesehatan,
sehingga para muballigh tidak merasa takut. Selanjutnya Ahmadin melaporkan
jumlah anggota muballigh Batam Kota sebanyak 66 orang anggota yang dapat
insentif, padahal jumlah anggota 100 lebih, kepada bapak walikota mohon kiranya
anggota PMB yang mendapatkan insentif ditambah. Terakhir terkait masalah
insentif, asalkan yang diberian sesuai dengan data yang ada tidak mengada-ada
maka tidak perlu cemas, karena saat ini semua dokumen yang menerima insentif
sudah terekam secara online. Tutup Ahmadin
Ketua BMGQ Batam Kota Azhar al Hafidz
mendapatkan kesempatan menyampaikan sambutan yang ke tiga. Dalam sambutannya
Azhar al Hafidz menyampaikan sedikit keluh kesahnya mengenai mengajar anak-anak
TPQ secara daring, mungkin ada beberapa TPQ yang meliburkan anak TPQ-nya dan
ada yang mengadakan pengajaran secara Daring selama kondisi belum normal, ini
harap dimaklumi karena semua kebijakan di kembalikan kepada TPQ masing-masing.
Ia berharap agar pandemi covid-19 segera diangkat sehingga bisa melaksanakan
kegiatan pengajaran anak-anak TPQ secara normal. Azhar al Hafidz melaporkan
Jumlah guru TPQ yang ada di kecamatan Batam Kota sebanyak 600 orang, dan yang
hadir sudah konfirmasi sebanyak 473 orang. Terakhir semoga apa yang menjadi
keinginan dan cita-cita Walikota dan Wakil Walikota Batam saat dikabulkan.
Amin. Pungkas Azhar.
Kepala Kemenag Kota Batam H Zulkarnain
Umar dalam sambutannya menyampaikan puji syukur karena diberi kesehatan oleh
Allah, karena hamper 4 bulan terus berjuang melawan wabah yang terjadi di Kota
Batam. Saat ini tidak safari, namun Bapak Walikota dan Wakil Walikota
senantiasa menyapa pengiat keagamaan. Dalam kondisi new normal kegiatan KBM
mengikuti program pemerintah, dan untuk pesantren Kemenag mengadakan survey
bersama Gugus Covid-19 mulai dari Nongsa, Batam Kota, Sei Beduk, Bengkong
seluruh pesantren yang ada di Kota Batam. Secara nasional Kemenag Pusat juga
memberikan bantuan kepada pesantren yang terkna dampak Covid-19, jumlah
bantuannya cukup banyak hinga mencapai trilyunan rupiah, semoga TK, TPQ. TQA,
TKA, TKQ, Rumah Tahfidz, dan al Jamiah atau perguruan tinggi di Kota batam
mendapatkan bantuan dari yang dianggarkan kemenag Pusat. Terakhir terima kasih
kepada Bapak Walikota dan Wakilwalikota atas perhatiannya dan ide-ide yang luar
biasa dalam mengurangi kepanikan
masyarakat menghadapi wabah Covidd-19 di Kota Batam.
Dalam sambutanya Walikota Batam Bapak Rudi
SE MM menjelasan mengenai tanggapan masyarakat terhadap masalah covid-19 yang
tanganinya, ada sebagian masyarakat yang menyalahkan pemerintah namun juga
banyak yang membenarkannya, dan ada yang mengambil keuntungan dari adanya
musibah yang sdang terjadi di Kota batam. Saat ini masyarakat yang
teridentifiasi positif sebanyak 270 orang, 11 meninggal dan 25 orang sembuh.
Dari 25 orang tersebut di Kecamatan Gakang sebnayak 24 orang dan 1 orang di
Rumah sakit Embung Fatimah. Saat ini Zona Kota Batam masih ada dua, satu zona
hijau yakni Kecamatan Galang, Bulang, Nongsa Batam Kota dan Sekupang, sementara
Zona Kuning yakni Kecamatan Sei Beduk, Bengkong, Batuampar, Sagulung, Batuaji
dan Lubukbaja. Tutur Rudi
Problem utama masyarakat Batam adalah
masalah ekonomi, maka masalah eonomi harus diselesaikan, agar ekonomi tidak
terganngu maka berkaitan dengan pasar dan pedagang kaki lima tidak di tutup
secara total, namun tetap dipantau dan secepatnya ditangani oleh tim gugus jika
seandanya di dalam pasar atau tempat putaran ekonomi rakyat ada yang terkena
positif covid-19. Selain itu masalah syiar agama juga terganggu ada yang pro
dan kontra dalam kaitannya syiar agama, padahal niat pemerintah ingin
secepatnya memutus mata rantai penularan virus corona agar secepatnya kembali
normal. Namun dengan diberlakukannya new normal maka syiar agama sudah berjalan
sesuai sedia kala hanya harus tetap menjaga standar kesehatan covid-19, yaitu
selalu cuci tangan, menjaga jaga dan menggunakan masker. Tambah Rudi.
Perusahaan adalah salah satu pendorong
utama sumber ekonomi masyarakat, bahkan di Kota Batam pekerja formal mencapai
300 ribu orang, jika perusahaan tidak beroperasi, tentu akan menjadi masalah
tersendiri, jika para pekerja tidak masuk bekerja, siapa yang mau memberi
makan, pemerintah daerah tidak ada anggaran untuk memberi makan pekerja yang
jumlanya ratusan ribu orang. Pemerintah Kota Batam punya target agar bulan Desember
Kota Batam sudah hijau, jika sudah hijau maka pemerintah dapat mempromosikan ke
Jakarta dan ke Luar Negeri. Agar ekonomi Kota Batam segera pulih seperi sedia
kala. “Impian kami berdua kata Pak Rudi batam menjadi Pusat Perbaikan Pesawat
Se Asia yang terletak di Bandara Hang Nadim, dan Menjadi Pusat Perbaikan
Perkapalan di Wilyah Batuampar. Tutup Rudi.
H. Amsakar Ahmad selaku Wakil Walikota
memberikan sambutan yang diawali dengan ucapan terima kasih kepada para ustad,
kiyai dan tokoh agama atas bantuanya di bidang agama dalam menjalankan visi
Batam menjadi Bandar Dunia yang Madani. Visi Madani tersebut tergantung dengan
bapak, ibu dan tokoh agama. Berkaitan dengan penanganan covid-19 tetap ada saja
masjid yang tiak menjaga jarak, IPIM sudah berupaya mengingatkan umat, namun
tetapkembali kepada pribadi masisng-masing. Jika ada kasus kebeutulan di tempat
Ibadah umat islam maka ada saja masyarakat di media sosial yang mencurigai
pemerintah dengan berbagai macam kecuriaan, bahkan jika ada yang percaya, silahkan
datang ke Rumah Sakit penampungan di Galang. Terakhir Bapak Walikota suah menyampaikan ke kedutaan
Singapura mengenai perkembangan ccovid-19 di Kota Batam, jawabnya asal Batam
sudah zona hijau, maka pemerintah Singapura akan segera berinvestasi di Kota
Batam. Pungkas Amsakar.




0 Response to "Walikota Silaturrahmi dengan PMB, IPM & BMGQ"
Posting Komentar