JQNU Adakan Haflah Qira’ah Sab’ah

Pengurus Jam’iyyatul Qurra wal Huffadz Nahdhatul Ulama (JQNU) mengadakan kegiatan rutin pembacaan qira’a sab’ah setiap seminggu keliling antar masjid di Kota Batam, pada kesempatan ini sampai pada putaran yang ke 100. Tepat pada puaran ke 100 pengurus JQNU Kota Batam menyertakan dengan acara Haflah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 03 Januari 2020 di Kantor PCNU Kota Batam. Hadir dalam acara tersebut Raja Azmansyah mewakili Walikota Batam, Riama Manurung Kabag Kesra Kota Batam, M. Aman, Anggota DPRD Kota Batam, Hendri Arulan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Ketua dari Banom NU, dan dari MWC NU se Kota Batam. Sambutan pertama dari Ketua JQNU Provinsi Kepulauan Riau H.M. Alwi Husen M.Pd, dalam sambutannya ia menjelaskan sejarah singkat JQNU, pertama kali yang menjadi pengurus JQNU hanya 15 orang, namum dari Rahim JQNU inilah lahir MTQ pertama kali dilombakan secara resmi oleh pemerintah. Majelis tilawah seperti JQNU memang mestinya didorong oleh pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Batam, karena didalam majelis tersebut ada pembinaan tahsin, pembacaan tilawah dengan berbagai bacaan imam, dan pembinaan ilmu tajwid. Pesannya Alwi dalam sambutan kali ini adalah pentingnya JQNU Kota Batam memiliki data base hafidz dan hafidzah sehingga jika dibutuhklan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau JQNU Kota Batam tinggal menyodorkan namanya, karena sudah memiliki data base sebab perhatian pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kepada para pejuang al-Qur’an juga sangat baik. Pungkas Alwi
Riky Syolihin yang mewakili PC NU Kota Batam menyampaikan salam dari ayahnya yang tidak bisa hadir memberikan sambutan, Riky menjelaskan Haflah putaran ke 100 dianggap penting, karena penting, sehingga diadakan haflah. mengapa penting karena ada tujuan untuk mengingatnya. Jadi nanti dalam putaran ke 300, putaran ke 500 bahkan putaran ke 1000 perlu diadakan haflah yang lebih meriah lagi, ujar Riky. Dalam hidup itu ada pilihan, dalam menentukan pilihan ada yang prioritas dan ada yang kurang prioritas, maka jangan sampai salah menentukan prioritas, karena jika salah menentukan prioritas maka akan salah dalam mengambil keputusan, dan jika salah mengambil keputusan maka yang rugi diri sendiri, prioritas terpenting dalam haflah JQNU putaran ke 100 ini adalah untuk syiar Islam. Tambanya. Riky Syolihin juga sedikit menyingung soal kriteria menjadi pemimpin, kriteria yang utama adalah pemimpin itu harus alim, alim dalam memiliki wawasan yang luas dalam memandang sebuah masalah, bijaksana dalam menghadapi masalah dalam arti bersedia mendengar, menerima, dan menghargai pendapat orang lain serta mampu membuat keputusan terbaik, jangan sampai pemimpin jatuh kepada orang yang bodoh, karena orang yang alim akan senantiasa memikirkan kepentingan untuk orang banyak, sementara orang yang bodoh adalah orang yang hanya memikirnya kepetinganya sendiri, Pungkas Riky. Raja Azmansyah yang mewakili Pemerintah Kota Batam meminta maaf karena sampai habis maghrib Bapak Walikota masih menemani tamu dari Jakarta, padahal awalnya Bapak Walikota sendiri yang akan menyampaikan sambutanya untuk hadir disini, ungkap Raja Azmansyah. Selanjutnya pemerintah Kota Batam saat ini tinggal melanjutnya program-program keagamaan yang dilaksanakan masyarakat, Kebetulan program untuk kemajuan kegiatan keagamaan berupa insentif untuk Guru TPQ, PMB maupun Imam masjid adalah yang merupakan gagasan Bapak walikota saat ini, sehingga Pemerintah Kota Batam akan melaksanakan fungsinya menetapkan kebijakan yang peduli kepada kegiatan keagamaan seperti saat ini, menyediakan pemenuhan kebutuhan publik, jika masyarakatnya kuat dalam mensyiarkan Islam tentu pemerintah akan terus mendukungnya, “Apa lagi syiar kegiatan keagamanan di Kota Batam tidak kalah dibanding kota-kota lainnya”. Ucap Raja Azmansyah.
Ustad Achmad Ridho Amir yang mengisi tausiah mengantikan Ustad Luqman Rifa’i karena adanya keterlambatan pulang dari melaksanakan Ibadah umrah, memaparkan awal tausiahnya dengan Sumpah Allah, yang berkaitan dengan keberkahan bagi orang yang membaca dan mendengarkan bacaan al-Qur’an, pertama berkah didunia, berkah di alam kubur dan berkah di yaumil kiamat. Ustad Ridho memberikan penjelasan dengan hadits Rasullah artinya : “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya”. siapa yang memulyakan al Qur’an maka ia akan dimuliakan Allah, dan siapa yang menghinakan al-Qur’an maka ia akan dihinakan Allah. Hadits lainya yang menjadi motivasi dalam menekuni al-Qur’an antara lain artinya “ Sebaik-baik kalian adalah orang belajar dan mengajarkan al-Qur’an”, ia kemudian mengisahkan pengalamannya yang mengesankan yakni dimana saat hafal 20 juz sudah dibebaskan biaya untuk menuntut ilmu di pondok alias gratis, dan begitu hafal 30 juz, juga mendapatkan tawaran kuliah gratis bahkan sampai kuliah S-2 semua banyak mendapatkan kemudahan dari berkah al-Qur’an. Tentu yang terpenting dari mejelis al-Qur’an seperti sekarng ini adalah majelis ini dihadiri 60.000 makalikat yang memintakan ampun, mendokan keberkahan dan kebaikan. Pungkas Ustad Ridho Amir.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "JQNU Adakan Haflah Qira’ah Sab’ah "

Posting Komentar