Pelatihan Jurnalistik Dakwah
Persatuan
Muballigh Batam mengadakan Pelatihan Jurnalistik Dakwah bagi para Muballigh
yang diadakan di Aula Kemenag Kota Batam 15/4/2017 dengan mengususng tema
meningkatkan kemampuan jurnalistik muballigh menuju PMB berkemajuan. Keynote
Speaker dalam acara tersebut Dr. Hadi Selamat Hood, Anggota MPR-RI dari Kepri, Candra
P.Pusponegoro, SS, Pimred Central Batam sebagai pemateri pertama dengan judul Kaidah-kaidah Jurnalistik Teori dan Terapan,
dan Ketua Assosiasi Jurnalistik Independen (Aji) Kota Batam yang memberika
materi tentang Teknik Membuat Berita, Teori dan Praktek.
Suyono, S.Ag dalam sambutannya menyampaiakan tujuan
mengadakan pelatihan jurnalistik kepada para muballigh adalah agar para
muballigh bisa membuat berita, karena tidak semua peristiwa layak diberitakan.
Ada kreteria jurnalistik yang perlu dikuasai, sehinga yang ditulis memiliki
nilai dalam sebuah berita, selain itu para muballigh memiliki kemampuan
mempublikasikan berbabagai macam kegiatan yang berkaitan dengan dunia dakwah,
sehingga manfaat dakwah tidak hanya diterima masyarakat setempat, akan
tetapi oleh seluruh masyarakat dunia
yang membutuhkannya,.
Zulkanaen
Umar selaku Ketua PMB Kota Batam memberikan masukan kepada para peserta. Sebab
menurutnya muballigh dalam berdakwah bil lisan sudah di pungkiri lagi.
Setiap saat kesiapan mubaligh Batam untuk berdakwah kapan, saja dimana saja
selalu siap, komitmen para mubaligh dalam berdakwah bil lisan tidak
diragukan lagi. Namun ketika disuruh dakwah bilkitabah maka tidak semua
muballigh sanggup mengerjakannya. Tutur Zul Umar.
Keberadaan
media dalam suatu lembaga menjadi suatu keharusan, yang terpenting media
tersebut sejalan dengan visi dan misi PMB, ingat media yang ada di PMB bukan
hanya bisnis oriented, tetapi ada misi besar dalam membagun citra masyarakat
Kota Batam. “Di era sekarang media infomasi memberikan kemajuan yang
signifikan, karena media sekarang sudah memiliki multi fungsi dalam
menyampaikan informasi, membentuk opini, membeir motivasi dan bahkan sebagai
pencitraan. Pungkas ketua PMB.
Dr.
Hadi Selamat Hood mengawali sambutannya dengan memberikan gambaran kondisi
masyarakat saat ini yang mulai meninggalkan media cetak. Yang membaca media
cetak itu hanya orang-orang yang usianya 30- 40 tahun ke atas. Langgan koran
Batam Pos harganya kurang lebih Rp 90
ribu, uang tersebut jika dibelikan kuota internet sudah bisa membaca berbagai
berita surat kabar online seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia, ditambah masih
bisa menyalurkan berbagai hobi di media sosial. Jika tidak percaya “Coba
tanyakan kepada anak-anak kita, pasti mereka gak ada yang mau membaca koran,
mereka lebih memilih membuka gadged, tuturnya.
Disatu
sisi kondisi seperti ini dimana dalam sebuah riset belum lama ini terhadap
pengguna smart phone berkesimpulan bahwa; masyarakat Indonesia sehari semalam
membuka semart phone dari fb ke twitter, dari twitter ke WA, dari WA ke Instragram,
dari Instragram ke Line kemudia ke fb
lagi dan seterusnya itu rata-rata sehari semalam 80 kali. Ini adalah peluang
bagi muballigh untuk menyampaikan dakwahnya melalui tulisan, untuk itu
muballigh harus bisa menulis, agar karyanya bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Tetapi disisi lain jika muballigh tidak bisa mengisi kecanggihan smart phone
yang ada masyarakat, maka fungsi peran muballigh dalam dakwahnya secara alami
akan berkurang. Tambahnya
Senator
selanjutnya memberikan tip dan kiat-kiat menulis sebuah karya, langkah yang
pertama adalah membaca buku, dengan banyak buku yang dibaca maka akan banyak
tahu tentang apa yang akan ditulis, memaksa memaulai menulis, kalau tidak
dipaksa nanti malas terus, sehingga apa yang mau ditulis itu hilang,
selanjutnya harus merasa senang jika membuat suatu tuliasan, jangan merasa ada
dipaksa, tulislah saja apa yang terpikir di dalam benak, biarkan susuannya
berantakan yang penting tertulis dulu, karena lama-lama nanti akan tahu celah
merapikannya. “Terakhir jika membuat
status usakan yang ada nilai atau jika perlu status yang saudara buat sudah
seperempat halaman,jangan membuat status yang asal buat. Pungkas Senator
yang memiliki motto dimana bumi dipijak disitu menulis yang sambut tepuk gerr
peserta. (muhith)

0 Response to "Pelatihan Jurnalistik Dakwah"
Posting Komentar