Menjadi Pemenang Dunia Akhirat



Zaman terus, roda terus berputar, dari waktu ke waktu perubahan it uterus terjadi,  kehidupan dirasakan semakin berkompetitif hampir di segala bidang kehidupan. Kenyataan ini mengharuskan  untuk mempertinggi kapasitas dan kapabilitas agar bisa kontinu, eksis, survive, dan dalam persaingan yang terjadi, dan yang menentukan menjadi pemenang itu kita sendiri. Menurut Sayyid Qutub, Umat Islam harus mempunyai watak dan karakter kaum Muslimin sendiri. Karakter tersebut yaitu Iman yang kuat, perjuangan yang tak kenal lelah (jihad), tahan uji, dan kesabaran yang membaja (shabrun wa tsabat), disertai penyerahan diri secara total kepada Allah semata (tawakkulun wa tawajjuhun ila Allahi wahdah), merupakan jalan kemenangan yang diajarkan Islam. Mengawali ceramahnya.            Dalam Alquran, kaum Muslim diingatkan agar memiliki kesiapan mental sebagai pemenang, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan tak boleh memelihara sikap keluh kesah, apalagi sindrom rendah diri.  Ini sesuai dengan Firmah Allah SWT yang artinya : Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati. Padahal, kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman. (QS Ali Imran [3]: 139). Untuk menjadi pemenang, selain memiliki ilmu (knowledge) dan keterampilan tinggi (skillful), kita perlu membekali diri dengan empat kekuatan lainnya.
perubahan di segala bidang, baik bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan bidang-bidang lainnya,
Pertama, seorang muslim itu harus mempnyai visi atau cita-cita yang tinggi (himmah aliyah). Salah satu Sabda Rasul yang populer yakni : “ Burung itu terbang kedua sayapnya, dan manusia terbang dengan ciat-citanya”. Perlu disadari bahwa manusia hanya sebesar visinya, tak lebih dari itu. Jika visi misinya hanya ingin lulus S-1, maka setelah selesai S-1, merasa sudah selesai, jika visi misinya hanya ingin lulus S-2, maka setelah selesai S-2, merasa sudah selesai, dan jika visi misinya ingin S-3, maka sebelum itu tercapai, dalam benak orang tersebut selalu ingin kuliah S-3, dan itu masuk di bawah alam sadar yang mendorong doa-doa yang dipanjatkan. Sebab menurut sebagian  ulama visi bisa merobohkan hambatan sebesar gunung sekali pun (himmat al-rijal tahdim al-jibal).
Selanjutnya agar menjadi pemenang di dalam diri seorang harus mempunyai keyakinan yang kuat (strong believe) bahwa apa yang dicita-citakan akan menjadi kenyataan. Kenapa karena keyakinan juga penting, karena orang yang tidak yakin ia tak bisa melangkah lebih jauh. Keyakinan berbeda dengan preferensi (kegemaran). Sudah jelas dalam al-Qur’an yang artinya : Aku dalam sangkaan hambaku, bagaimana seorang akan sampai ke tujuan sedangkan ia sudah tidak yakin akan sampainya tujuan tersebut. Bagi para pejuang Islam, keyakinan di sini termasuk keyakinan akan janji kemenangan dan pertolongan dari Allah. “Hai orang-orang Mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad [47]: 7).
Salah satu yang paling penting diantara yang penting dalam menggapai kemenangan adalah keberanian (syaja`ah) dalam mencapai cita-cita (kemenangan). Keberanian, kata al-Ghazali, termasuk salah satu keutamaan (fadilah) yang menjadi pangkal kebaikan dan kemenangan. Tak ada keberhasilan tanpa keberanian dalam segala bidang, baik bidang kemasyarakatan, keagamaan maupun bidang-bidang lainnya, karena berani membuat keputusan itu juga sebuah bentuk keberanian.  Keberhasilan hanya milik orang-orang yang berani. Yaitu, keberanian dalam mengambil keputusan serta membela dan mempertahankan apa yang diyakini sebagai kebenaran apa pun risikonya.namun dalam hal keberanian disini harus berani tetapi sesuai dengan ajaran syariat islam. Jika beraninya tidak sesuai dengan syariat islam maka keberanian itu tidak menjamin mengantarkan kepada kesuksesan. “Jika beraninya ngawur, keberanian tersebut bukan penentu keberhasilan melainkan malah bisa menjadi hambatan”. paparnya
Terakhir untuk menjadi pemenang perlu ditanamkan mental pemenang, mental ini sedikit banyak perlu latihan dan pembinaan, ada banyak faktor yang menjadi agar menjadi pemenang, Salah satu karakter pemenang adalah menjadi pelaku atau pemain player (fa`il) bukan penonton apalagi hanya objek tontonan (maf`ul). Sebab, hanya pemainlah yang berpeluang besar menjadi pemenang. Dan kunci keberhasilan yang mengiringi mental pemenang adalah kesabaran, karena kesabaran adalah langkah awal dan akhir dalam meraih sebuah keberhasilan dan kemenangan. (muhith)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menjadi Pemenang Dunia Akhirat"

Posting Komentar