STIQ Kepri Lahirkan Qari Internasinal
Sekolah
Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) Kerpi merupakan Sekolah Tinggi yang
berbasis ilmu-ilmu al-Qur’an, namun dalam pelaksanaan kurikulumnya tidak serta merta totalitas seluruh mahasiswa
di didik menjadi Qari’, karena STIQ adalah sekolah formal yang kurikulum di
dalamnya seperti kampus-kampus yang lain, ada Mata Kuliah
Dasar Umum (MKDU) berjumlah 4, Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK)
berjumlah 9, Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) berjumlah 39, Mata Kuliah
Keahlian Berkarya (MKKB) berjumlah 16, Mata Kuliah
Prilaku Berkarya (MKPB) berjumlah 5, dan Mata Kuliah Berkehidupan (MKB) bermasyarakat 4, Total Keseluruhan Mata
Kuliah berjumlah 75 dengan jumlah SKS
sebanyak 152. Mata Kuliah ini sudah sesuai dengan standar Pangkatan Data
Perguruan Tinggi (PDPT) di Jakarta. Qiraah hanya salah satu mata kuliah yang
diajarkan di sekolah tersebut. Namun untuk menjadi Qari minimal memiliki suara
yang merdu, nafas yang panjang dan pandai membaca al-Qur’an dengan benar, STIQ
Kepri dalan pendalaman Qiraah Tilawah dilaksanakan dalam bentuk kegiatan ektra
kurikuler.
Melihat
padatnya ektra kurikuler dalam bidang tilawah al-Qur’an yang dilaksankan 5
(lima) hari dalam seminggu menjadikan siswa-siswa yang belajar di STIQ Qur’an
Center benar-benar menguasai bidang tersebut dalam segala tingkatannya. Baik
dari tingkat Kanak-kanak, Remaja dan Dewasa semua serius mengikuti ektra
kurikuler ini, lebih-lebih mahasiswa dari santri-santri yang menetap di asrama
Qur’an Center. Sehingga di Indonesia pesantren yang terkenal qari dan qari’nya
salah atu diantaranya adalah di Kampus Qur’an Center.
Muhammad
Yunus Mahasiswa kelahiran Modak 31 Desember 1985 yang saat ini telah memasuki
semester akhir adalah salah satu mahasiswa yang merasakan manfaat dari kegiatan
ektra kurikuler yang diakadakan di Kampus STIQ ini. Menurutnya saat masih di
Kampungnya di Lombok dari usia kanak-kanak ia sudah terbiasa membaca al-Qur’an
dengan tilawah. Tetapi saat masih kanak-kanak hanya juara I di tingkat kabupaten
untuk juara tingkat provinsi belum merasaknnya. Setiap ikut lomab MTQ tingkat
provinsi selalu gagal. Selanjutnya saat menginjak usia remaja prestasinya naik
menjadi juara I tingkat provinsi namun tidak pernah juara nasional, sudah
berulang-ulang mengikuti lomba MTQ tingkat nasional kategori remaja tetapi
selalu gagal. Selanjutnya semakin bertambahnya usia maka ia tidak dibolehkan
ikut tingkat remaja lagi karena batasan umur, akhirnya mengikuti lomba MTQ
untuk kategori dewasa, namun lagi-lagi ia belum pernah merasakan juara tingkat
Nasional. Paparnya.
Sekitar
tahun 2011 setelah 2 tahun menikah, ia memutuskan merantau ke Batam dengan
bekal memiliki pengetahuan ilmu al-Qur’an dan tilawah. Setelah tiba di Batam
kebetulan punya saudara yang mengeola Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) Yunus
menjadi salah pengajar TPQ tersebut. Pengetahuannya semakin meningkat setelah
menjadi Mahasiswa STIQ tahun 2013, karena ia bertemu dengan Ustad Muslim
pengajar Tilawah al-Qur’an di Quran Center, yang juga Qari’ juara Nasional,
Dewan Hakim Nasional sehingga wawasannya semakin luas dan kemampuan tilawahnya
semakin mantap. Menurut Yunus : “ Kelebihan Ustad Muslim itu jika
mendengarkan sekali saja orang membaca tilawah al-Qur’an di depannya, beliau
langsung bisa menebak, kemampuan suaramu
ini bisa juara nasional, atau internasional, atau hanya tingkat provinsi dst”.
Ini pengelaman terpenting yang menunjang karirsaya. Ujarnya.
Kenyataannya
setelah dua tahun bergabung dengan STIQ Qur’an Center dan berlatih keras
mengikuti saran dan nasehat para ustad yang membeimbing di STIQ Qur’an Center
antara lain Ustad Muslim, Ustad Husein, Ustad Junadi dan Ustad As’ad al-Hafidz
pada tahun 2015 saat MTQ Internasional di Malasyia ia menjadi Juara I untuk
kategori Dewasa. Setelah menjadi juara I tingkat Internasional sekarang
walaupun masih semester VII sudah dijadikan salah satu pendidik di Qur’an
Center bidang Tilawah yang mengajari adik-adik kelasnya dalam menekuni bidang
Tilawah al-Qur’an. (Muhith)

0 Response to "STIQ Kepri Lahirkan Qari Internasinal"
Posting Komentar