Kiat Menghadap Minder


PMB Kota Batam mengadakan pelatihan Muballigh di Hotel PIH, tanggal 09 Desember 2018 dengan mengahdirkan dua Narasumber pertama Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M. Ag dari Surabaya, dan kedua KH. Didi Suryadi dari Batam. Kegiatan ini disponsori oleh PLN yang menjadi rekanan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau Drs. Nyat Kadir. Judul Pelatihan tersebut “Menjadi Muballigh yang Menyenangkan”, Tujuan diadakan pelatihan ini antara lain  menggali berbagai gagasan dan pemikiran yang berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan, serta peran strategis PMB Kota Batam yang berorientasi sebesar-besarnya untuk kemajuan Dakwah

Prof. Dr Moh Ali dalam memberikan pelatihan peserta di minta untuk praktek khutbah langsung, saat peserta membaca muqaddimah khutbah, Prof. Ali memberikan masukan, dan kiat-kiat agar hal-hal teksnis yang menjadi kendala selama berkhutnah bisa diatasi. Misalnya ketika khatib membaca tulisan khutbah, sementara di masjid tersebut harus memakai tongkat. Jika demikian kejadiannya, khatib harus bisa membaca dan melanjutkan bacaan dengan satu tangan. “Ini ada teknik membaca dengan satu tangan, jika dilatih maka lama-lama agar terbiasa” paparnya mengawali pelatihan.

Kasus yang terjadi di semua masjid bisa berbeda-beda, maka khatib harus menyesuaikan pengurus masjid, karena pengurus masjid adalah tuan rumah, dan khatib adalah tamu. Jika dalam suatu masjid tidak boleh memakai batik, maka khatib jangan memakai batik, jika pengurus masjid mensyaratkan khatib harus memakai baju jubah, maka khatib harus ikut memakai jubah. Atau jika mesjid tersebut saat berdoa dalam khutbah tidak boleh menggunakan bahasa Indonesia, atau kebalikannya, khatib saat khutbah harus menerjemahkan doanya, khatib tetap harus mengikuti pengurus masjid. “Suatu saat saya pernah khutbah di Masjid Surabaya, setelah khutbah selesai selalu saja dikomplain, bacaan saya saat menjadi imam, koplain pertama saya terima, bulan berikutnya di kompalin lagi dengan alasan bacaanya mad nya tidak seimbang, komplain saya terima, datang yang ketiga setelah khutbah masih dikompalin lagi, saya jawab kalau masih dikompalin mending saya tidak usah disuruh khutbah disini” setelah itu khutbah ke tenmpat masjid tersebut tidak ada kompalin lagi paparnya.

Adapun kiat-kiat menghadapi minder jika sedang di atas mimbar, lebih-lebih jika saat shalat tahiyat masjid sudah melihat ada ulama’ atau gurunya atau orang yang lebih alim adalah, pertama, usahakan menyalami dan minta doa restu kepada ulama atau orang yang lebih alim tersebut, karena dengan meyalami ulama tersebut, secara rohani, ikatan jiwa sudah sambung sehingga itu menjadi modal untuk ketenangan, kedua berdoa dan berserah diri kepada Allah, berdoa dengan tulus doanya tentu dengan yang terbiasa diucapkan. “ Boleh dengan mengucapkan Hasbunallah wanikmal wakil, Rabbis lahli shadri dsb. Intinya meminta kepada Allah tidak ada kemudahan kecuali Engkau jadikan mudah, dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjdai kemudahan”, Kalau untuk menghilangkan secara total, hanya pengalaman jam terbang yang menentukan orang tersebut tidak minder. pungkasnya. Muhith

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kiat Menghadap Minder"

Posting Komentar