Syarat Minimal Muballigh Milenial
H.Erizal Abdullah, Kepala
Kantor Kementerian Agama Kota Batam saat memberikan sambutan dalam Pelatihan Mubaligh
Batam, di Aula Engku Hamidah Lt. IV Kantor Walikota Batam, 16 Juli 2018
menjelaskan jika melihat Negara tetangga baik Malaysia maupun Singapura, para
khatib saat menyampaikan khutbahnya dapat dilihat dilayar disamping kanan
maupun kiri masjid melalui manitor Liquid Crystal
Display (LCD) atau malaui infokus yang sudah tersedia
di dalam masjid. Mengapa karena khatib saat khutbah tidak bisa diinterupsi
sehingga jika tidak dikelola dengan benar kahtib bisa jadi provokator. Ucapnya
saat memulai sambutan.
Muballigh Batam dalam
mempersiapkan menjadi Kota yang religi perlu meningkatkan kompetensi, sehingga
siap mengahadapi perubahan dan perputaran zaman yang begitu cepat. Teknologi
memang bisa mendatangkan manfaat dan mudarat, tentu sebagai muballigh harus
bisa memanfaatkan teknologi sebagai sesuatu yang lebih bermanfaat dalam
berdakwah. Jika cukup memiliki teknologi maka dampak dari dakwah yang
disampaikan akan sangat luas. Saat ini memang sudah ada beberapa masjid yang
menyediakan LCD-nya, namun kesiapan Muballigh belum sampai bisa memanfaatkan
LCD tersebut saat khutbah, sehingga khatib-khatib di Batam perlu banyak belajar
dalam meningkatkan kompetensi. “Sebagai Muballigh minimal memiliki empat
kompetensi agar bisa menjadi Muballigh milenial”, paparnya
Standar minimal komptensi
ini menjadi modal utama dalam berdakwah diera digital. Pertama kompetensi di
bidang Agama. Artinya muballigh bukan sekedar tahu tentang agama, melainkan
muballigh sudah mengamalkan pengetahuan yang diketahuinya sehingga dampak dari
mengamalkan agama itu benar-benar bermanfaat dilingkungan sekitar maupun di
dalam keluarga, kedua kompetensi bidang akademik, secara perlahan para
muballigh harus memiliki back ground akademik, jika sebelumnya lulusan
pesantren walupun banyak mengetahui ilmu agama, harus ditambah pemgetahuan
akademik dengan berkuliah, sehingga kajian materi-materi dapat dipertanggungjwabkan
secara ilmaih, sehingga ketika dipublikasikan memiliki nilai tersendiri, ketiga
kompetensi kperibadian yang menarik, kepribadian seseorang itu bisa dipelajari
dan amati, jika pengembangan potensi bagi muballigh juga menjadi tantangan tersendiri
agar memilki watak dan karakter yang menonjol sehingga bisa menjadi figur dan
umat menaruh kepercayaan kepadanya, terakhir memiliki kompetensi sosial. Kompetensi
ini sesuai dengan pepatah arab ‘harraka mubarrakah’ (banyak bergerak dibidang
sosila banyak berkah), dengan demikian mubaligh harus terlibat langsung dalam
kegiatan di masyarakat, baik yang bersifat sosial seperti gotong royong, rapat
di RT, ataupun di RW atau dibidang agama seperti pembinaan masyarakat dibidang
spiritual baik yang laksanakan di mushlla, masjid maupun majelis-majelis
taklim. “Ini karena keberadaan muballigh adalah sebagai pelayan masyarakat karena
mereka butuh pencerahan dan pembinaan spiritual” ujarnya
Muballigh Batam juga diharapkan punya terobosan dalam berdakwah di
era milenial, muballigh dapat memanfaatkan FB, atau WhatsApp atau media sosial lain dalam berdakwah. Jika
4 kompetensi dimiliki muballigh Batam maka akan muncul materi-materi dakwah
yang disampaikan muballigh Batam dari karyanya sendiri, tentu dakwahnya lebih
berbobot dan memilki dampat yang baik dalam berdakwah dari pada hanya
meng-share pendapat orang lain. Pungkasnya.


0 Response to "Syarat Minimal Muballigh Milenial"
Posting Komentar